Salsabila Ramadhani
Program Studi Administrasi Pendidikan, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dampak Lingkungan Sekolah terhadap Motivasi Belajar Siswa pada Institusi Pendidikan Formal Salsabila Ramadhani
SOCIOPEDIA: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sosial Vol. 1 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Sosial (SOCIOPEDIA)
Publisher : PT Wacana Publisher Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67756/sociopedia.v1i1.5

Abstract

Lingkungan sekolah merupakan determinan krusial dalam membentuk motivasi belajar siswa di institusi pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dampak lingkungan fisik dan iklim psikososial sekolah terhadap fluktuasi motivasi akademik peserta didik. Menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur (library research), kajian ini secara sistematis menyintesis data sekunder yang bersumber dari artikel jurnal akademik bereputasi dan literatur pendidikan yang diterbitkan antara tahun 2021 hingga 2026. Data yang terkumpul diinterpretasikan melalui teknik analisis isi kualitatif. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa infrastruktur fisik yang ergonomis dan modern secara signifikan mampu mengurangi kelelahan kognitif serta meningkatkan kenyamanan awal siswa selama proses pembelajaran. Namun, iklim psikososial—yang mencakup interaksi teman sebaya yang inklusif, dukungan empatik dari pendidik, dan atmosfer bebas perundungan—terbukti menjadi katalisator paling dominan dalam merawat motivasi intrinsik jangka panjang. Sinergi antara fasilitas fisik yang memadai dan budaya sekolah yang suportif memfasilitasi transformasi dari sekadar motivasi ekstrinsik yang bersifat sementara menjadi keterikatan institusional (student engagement) yang mandiri dan kuat. Kajian ini menyimpulkan bahwa institusi pendidikan formal harus memandang lingkungan sekolah sebagai sebuah ekosistem yang holistik. Pembenahan tata letak spasial wajib diimbangi dengan pembangunan tata interaksi sosial yang sehat guna mengoptimalkan kemandirian belajar dan kesejahteraan psikologis siswa secara keseluruhan.