This Author published in this journals
All Journal EDUTECH
Rani Irinericy
Fakultas Kesehatan dan Olahraga, Universitas Muhammadiyah Bogor Raya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN METODE HOMEROOM TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA: STUDI KUALITATIF PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS Rani Irinericy
Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH) Vol. 3 No. 2 (2026): Education Studies and Teaching Journal (EDUTECH)
Publisher : Penelitian dan Pengembangan Ilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62207/mq9n2e49

Abstract

Rendahnya pemahaman remaja mengenai kesehatan reproduksi serta belum optimalnya pemanfaatan layanan homeroom sebagai media edukasi menunjukkan perlunya pengembangan perangkat bimbingan yang lebih kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul bimbingan metode homeroom tentang kesehatan reproduksi remaja berdasarkan kebutuhan siswa, guru bimbingan dan konseling, serta wali kelas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian pengembangan eksploratif melalui tahapan analisis kebutuhan, penyusunan prototipe modul, validasi ahli, uji keterbacaan terbatas, dan revisi produk. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, focus group discussion, studi dokumentasi, validasi ahli, dan uji keterbacaan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan materi kesehatan reproduksi yang akurat, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan usia, sedangkan guru memerlukan modul yang sistematis dan mudah diterapkan dalam kegiatan homeroom. Modul yang dikembangkan memuat materi kesehatan reproduksi, aktivitas diskusi, studi kasus, role play, refleksi diri, serta evaluasi sederhana. Hasil validasi ahli dan uji keterbacaan menunjukkan bahwa modul layak digunakan setelah dilakukan penyempurnaan pada aspek bahasa, aktivitas, dan tampilan. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan modul berbasis kebutuhan pengguna dapat memperkuat pelaksanaan layanan homeroom sebagai media pendidikan kesehatan reproduksi yang lebih interaktif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan life skills remaja.