Pengembangan bahan ajar yang kontekstual dan inovatif merupakan salah satu kebutuhan penting dalam pembelajaran abad ke-21. Namun, guru sekolah dasar masih menghadapi kendala dalam mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam bahan ajar serta memanfaatkan teknologi digital, khususnya Generative Artificial Intelligence (GenAI), sebagai pendukung pembelajaran. Kondisi tersebut juga ditemukan pada guru-guru SDN 6 Batang Kabupaten Jeneponto yang masih mengandalkan buku teks sebagai sumber utama sehingga materi IPA belum sepenuhnya dikaitkan dengan lingkungan sekitar peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan bahan ajar IPA berbasis kearifan lokal dengan memanfaatkan GenAI. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, pelatihan, workshop, praktik langsung, dan pendampingan partisipatif yang melibatkan 12 orang guru. Evaluasi keberhasilan dilakukan menggunakan pretest-posttest, angket, lembar observasi, dan penilaian produk bahan ajar yang dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi guru pada aspek pemahaman GenAI (88%), kemampuan mengembangkan bahan ajar (85%), integrasi kearifan lokal (87%), serta menghasilkan bahan ajar yang layak digunakan (90%), dengan tingkat kepuasan peserta mencapai 92%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi GenAI dan kearifan lokal melalui pendekatan pelatihan berbasis praktik dan pendampingan tidak hanya meningkatkan literasi AI guru, tetapi juga memperkuat kemampuan mereka dalam menghasilkan bahan ajar yang kontekstual, inovatif, dan siap diimplementasikan dalam pembelajaran IPA. Model pelatihan ini berpotensi direplikasi sebagai strategi pengembangan kompetensi guru pada era transformasi pendidikan digital.