Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memberdayakan MEMBERDAYAKAN EKONOMI JAMAAH MELALUI PELATIHAN BUDIDAYA JANGKRIK DI MASJID BAITUL AMANAH KARANGMANGU CILACAP Wakhudin Wakhudin; Ade Rusman; Cahyono Purbomartono; Beny Wijarnako
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4266

Abstract

Pengabdian pada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi jamaah melalui pelatihan budidaya jangkrik di Masjid Baitul Amanah, Karangmangu, Cilacap.  Pengabdian ini dilaksanakan selama enam bulan dengan menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ABCD berfokus pada pemanfaatan aset lokal yang yang dimiliki masjid, sedangkan PAR mendorong partisipasi aktif jamaah dalam setiap tahapan kegiatan. Mitra sasaran meliputi pimpinan Dewan Kemakmuran Masjid Baitul Amanah, 42 jamaah masjid, dan masyarakat sekitar. Pelaksanaan program dilakukan melalui tahap persiapan dan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan teknis, implementasi, evaluasi dan keberlanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan budidaya jangkrik berhasil meningkatkan keterampilan jamaah dalam aspek teknis, mulai dari pembibitan, pembuatan kandang, manajemen pakan, pengendalian suhu kelembaban, penanganan hama, hingga teknik panen dan pasca-panen. Secara ekonomi, program ini memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp 1.200.000 hingga Rp 1.500.000 setiap bulan, dan akan meningkat ketika volume budidaya ditingkatkan. Program religius ini mengajarkan nilai kemandirian, kerja keras, gotong royong. Kesimpulannya, program pelatihan budidaya jangkrik berbasis masjid terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan jamaah dalam budidaya jangkrik, meningkatkan pendapatan jamaah antara Rp 1.250.000 hingga Rp 1.500.000 perbulan, sekaligus menjadi media dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Keberlanjutan program dirumuskan melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama, penyusunan Standar Operasional Prosedur, serta pengembangan produk turunan seperti pupuk organik dan tepung jangkrik. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pendampingan lanjutan dalam penerapan teknologi otomatisasi suhu dan kelembaban berbasis IoT serta penguatan digital marketing untuk memperluas akses pasar.