Sri Wahyuni
Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh, Bireuen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberian motivasi tentang deteksi dini hipertensi melalui edukasi dan skrining kesehatan Hernia Novianti; Sri Wahyuni; Novita Novita
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 6 No. 5 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v6i5.3801

Abstract

Background: Hypertension is a non-communicable disease that poses a global health challenge, with a steadily rising prevalence particularly in developing nations like Indonesia. Often termed the "silent killer," the condition frequently presents without obvious symptoms yet can lead to severe complications such as heart disease and stroke. Purpose: To enhance public knowledge regarding hypertension and encourage early detection through educational sessions and screening activities at the Integrated Guidance Post. Method: The activity took place on May 1, 2026, from 08:30 to 11:30 WIB in Gampong Baro, Kota Juang, Bireuen, involving 30 local residents. Program outcomes were analyzed using a one-group pretest-posttest design, utilizing questionnaires administered before (pretest) and after (posttest) the educational session. Evaluation involved statistical analysis of the pretest and posttest data to assess the effectiveness of the poster-based educational intervention in improving public knowledge on hypertension prevention. Descriptive analysis was conducted to determine the extent to which visual-based education strengthened participants' understanding of risk factors, early symptoms, and healthy lifestyle measures for preventing hypertension. Results: The findings showed that the mean age of respondents was 53.2 years, with the largest proportion (36.8%) falling within the 56–65 age group. The majority of respondents were female (90.0%) and married (66.7%). The mean knowledge score increased from 7.60 points in the pretest to 9.0 points in the posttest, yielding a statistically significant result (p-value < 0.000). Conclusion: The education and screening activities successfully improved participants' knowledge regarding the early detection of hypertension, as evidenced by the increased proportion of participants falling into the "good knowledge" category following the intervention. A participatory educational approach combining brief lectures, discussions, visual aids, and direct blood pressure measurements proved effective in raising awareness and identifying previously undiagnosed cases of hypertension. Suggestion: It is recommended that the education and screening program be implemented regularly and integrated with local primary healthcare services. This should involve training community health volunteers or Integrated Service Post staff to ensure continuous screening, enhancing the use of contextually relevant visual materials, and conducting long-term evaluations to ensure that increased knowledge translates into behavioral changes and a reduction in hypertension incidence. Further research utilizing a more representative sample and a controlled study design is also needed to strengthen the evidence regarding the program's effectiveness. Keywords: Early detection; Health education; Health screening; Hypertension; Integrated guidance post Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit ini sering disebut sebagai "silent killer" karena gejalanya yang tidak selalu terlihat namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi dan mendorong deteksi dini melalui kegiatan edukasi dan skrining di Posbindu. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 01 Mei 2026, dimulai pukul 08.30 WIB hingga 11.30 WIB di Gampong Baro, Kota Juang, Bireuen. Kegiatan ini melibatkan 30 responden yang merupakan warga masyarakat Gampong Baro. Analisa pencapaian program kegiatan menggunakan pendekatan one group pretest and posttest dengan instrumen kuesioner yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah kegiatan edukasi (posttest). Evaluasi dilakukan dengan analisa statistik data pretest dan posttest untuk mengukur efektivitas kegiatan penyuluhan menggunakan media poster dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan hipertensi. Analisis deskriptif dilakukan untuk melihat sejauh mana penyuluhan berbasis visual mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap faktor risiko, gejala awal, dan langkah-langkah gaya hidup sehat yang dapat diterapkan untuk mencegah terjadinya hipertensi. Hasil: Menunjukkan bahwa usia rata-rata responden adalah 53.2 tahun dan sebagian besar responden berada di kelompok usia 56-65 tahun yaitu sebesar 36.8%. Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan sebesar 90.0%, dan sebagian besar responden memiliki status telah menikah sebesar 66.7%. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 7.60 poin pada pretest menjadi 9.0 poin pada posttest dan secara statistik mendapatkan p-value<0.000. Simpulan: Kegiatan edukasi dan skrining berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai deteksi dini hipertensi, terlihat dari peningkatan proporsi peserta pada kategori pengetahuan baik setelah intervensi. Penyuluhan dengan pendekatan partisipatif yang mengombinasikan ceramah singkat, diskusi, media visual, dan pengukuran tekanan darah langsung terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran serta mendeteksi kasus hipertensi yang sebelumnya tidak terdiagnosis. Saran: Diharapkan program edukasi dan skrining dilaksanakan secara rutin dan terintegrasi dengan layanan kesehatan primer setempat, melibatkan pelatihan kader atau petugas posyandu untuk skrining berkelanjutan, memperkuat penggunaan materi visual yang kontekstual, serta melakukan evaluasi jangka panjang untuk memastikan peningkatan pengetahuan berujung pada perubahan perilaku dan penurunan insiden hipertensi; penelitian lanjutan dengan sampel lebih representatif dan desain kontrol juga diperlukan untuk memperkuat bukti efektivitas.