Christine C.O. Sitompul
Program Studi Diploma Tiga Teknologi Laboratorium Medis Fakultas Farmasi dan Ilmu Kesehatan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Candida Albicans Pada Luka Gangren Penderita Diabetes Melitus Winda Irawati Zebua; Apriska Dewi Sipayung; Maniur Arianto Siahaan; Christine C.O. Sitompul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.25602

Abstract

Penelitian deskriptif kualitatif ini dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan Candida albicans dan spesies Candida lainnya pada luka gangren pasien diabetes melitus. Diabetes melitus merupakan kondisi yang ditandai dengan hiperglikemia yang dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah pada ekstremitas bawah, sehingga menimbulkan iskemia, nekrosis, dan neuropati yang pada akhirnya dapat menyebabkan gangren. Kadar glukosa darah yang tinggi juga dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme, termasuk jamur, yang dapat memperburuk infeksi pada luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keberadaan Candida albicans pada luka gangren pasien diabetes melitus. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi spesifik spesies Candida dari sampel luka gangren diabetik melalui pemeriksaan kultur, uji germ tube, dan sistem Vitek 2 Compact untuk menggambarkan profil jamur pada sampel yang diperiksa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik total sampling terhadap 30 sampel luka gangren. Pemeriksaan dilakukan melalui isolasi dan kultur menggunakan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA), kemudian dilanjutkan dengan identifikasi menggunakan uji germ tube dan alat Vitek 2 Compact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 30 sampel yang diperiksa, sebanyak 18 sampel (60%) teridentifikasi sebagai Candida albicans, 6 sampel (20%) sebagai Candida glabrata, dan 6 sampel (20%) sebagai Candida tropicalis. Candida albicans merupakan jamur yang paling dominan ditemukan pada luka gangren pasien diabetes melitus, namun spesies Candida lainnya juga berpotensi menginfeksi luka. Keberadaan jamur pada luka gangren memerlukan penatalaksanaan yang tepat melalui terapi antijamur dan perawatan luka yang optimal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.