Hauzan Yazid Nabil Iskandar
Departemen Fisioterapi, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bhakti Husada Cikarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Keunggulan Latihan Mckenzie Dibandingkan Myofascial Release Dalam Manajemen Nyeri Dan Aktifitas Fungsional Pada Pelaku Umkm Penderita Nyeri Punggung Bawah Dilia Ananda Pratiwi; Lusi Noviyanti; Hauzan Yazid Nabil Iskandar; Deviana Tristian
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 8 (2026): Volume 13 Nomor 8
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i8.24178

Abstract

Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan gangguan muskuloskeletal yang sangat umum dan merupakan faktor utama penyebab disabilitas dan penurunan produktivitas kerja di seluruh dunia. Intervensi fisioterapi yang sering direkomendasikan untuk NPB meliputi latihan fisik seperti Metode McKenzie dan mobilisasi jaringan lunak seperti pelepasan myofascial (MFR). Kedua intervensi tersebut telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri dan meningkatkan fungsi, namun kepatuhan pasien dan hasil pengobatan dapat bervariasi. Studi perbandingan diperlukan untuk mengidentifikasi intervensi mana yang memberikan manfaat lebih besar, terutama di kalangan pekerja usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Cikarang yang berisiko tinggi mengalami NPB. Studi ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas latihan McKenzie dan MFR dalam mengurangi intensitas nyeri dan meningkatkan aktivitas sehari-hari (ADL) di kalangan pekerja UMKM di Cikarang yang mengalami NPB. Desain studi quasi-eksperimental dengan pendekatan kuantitatif diterapkan. Sebanyak 66 peserta direkrut menggunakan sampling konvenien dan dibagi menjadi tiga kelompok latihan McKenzie, MFR, dan kelompok kontrol tanpa intervensi. Intervensi dilakukan selama empat minggu. Data baseline dikumpulkan sebelum minggu pertama intervensi, dan evaluasi hasil dilakukan setelah minggu terakhir intervensi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Visual Analogue Scale (VAS), dan kemampuan fungsional diukur menggunakan Oswestry Disability Index (ODI). Analisis data dilakukan menggunakan Analysis of variance (ANOVA) dengan Stata versi 17. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada skor rata-rata nyeri punggung bawah (p=0.01) dan ODI (p=0.00), dengan kelompok intervensi latihan McKenzie memiliki skor yang lebih rendah dibandingkan dengan dua kelompok lainnya. Kesimpulan: Latihan McKenzie lebih efektif daripada MFR dalam meredakan nyeri dan meningkatkan aktivitas fungsional sehari-hari di kalangan pekerja UMKM di Cikarang yang mengalami nyeri punggung bawah. Temuan ini menyoroti latihan McKenzie sebagai intervensi utama dalam rehabilitasi nyeri punggung bawah pada populasi pekerja produktif, mendukung peningkatan kualitas hidup, dan produktivitas kerja.