Haviva Evi Nur Kholifah
Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HERNIA NUKLEUS PULPOSUS SERVIKAL Haviva Evi Nur Kholifah; Ismi Adhanisa Hamdani; Djung Lilya Wati
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v11i1.6535

Abstract

Latar belakang: Hernia Nukleus Pulposus (HNP) servikal merupakan penyebab nyeri leher yang sering disertai nyeri radikuler dan gangguan sensorik akibat kompresi akar saraf. Penegakan diagnosis yang tepat melalui anamnesis, pemeriksaan fisik neurologis, dan pencitraan sangat penting untuk menentukan tata laksana yang sesuai sehingga dapat mencegah komplikasi neurologis. Tujuan: Melaporkan gambaran klinis, penegakan diagnosis, serta tata laksana konservatif pada pasien dengan HNP servikal C5–C6. Metode: Laporan kasus ini menggunakan desain deskriptif terhadap seorang perempuan berusia 41 tahun yang datang ke Poli Saraf dengan keluhan nyeri leher menjalar ke bahu kiri disertai parestesia pada ekstremitas atas kiri hingga ibu jari kiri sejak 4 tahun SMRS. Data diperoleh melalui alloanamnesis, pemeriksaan fisik umum, pemeriksaan neurologis, serta pemeriksaan penunjang berupa magnetic resonance imaging (MRI) servikal. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan temuan klinis terhadap literatur yang relevan. Hasil: Pemeriksaan neurologis menunjukkan Spurling test dan Lhermitte test positif. MRI servikal menunjukkan bulging disc multipel pada segmen C4–C5, C5–C6, dan C6–C7 disertai perubahan degeneratif tulang belakang. Pasien diterapi secara konservatif. Kesimpulan: HNP servikal perlu dipertimbangkan pada pasien dengan nyeri leher kronis yang disertai gejala radikuler. Kombinasi anamnesis, pemeriksaan neurologis, dan MRI berperan penting dalam menegakkan diagnosis. Tata laksana konservatif yang diberikan secara tepat dapat mengurangi gejala, memperbaiki kualitas hidup pasien, serta menjadi dasar edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini dan penanganan nyeri leher untuk mencegah komplikasi neurologis.