This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Nisa Arisma
STIKes Mitra Husada Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Determinan Risiko Preeklampsia pada Ibu Hamil di Puskesmas Titi Papan Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2026 Nisa Arisma; Siti Nurmawan Sinaga; Erfiyani Erfiyani; Rohmi Yuni Andriani; Aulia Febri Andesma
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.61534

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas maternal di Indonesia. Berbagai faktor maternal diduga berperan terhadap terjadinya preeklampsia sehingga identifikasi determinan risiko diperlukan sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan komplikasi kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan risiko preeklampsia pada ibu hamil di Puskesmas Titi Papan Kecamatan Medan Deli Kota Medan Tahun 2026. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan case-control. Sampel berjumlah 106 responden yang terdiri atas 53 kelompok kasus dan 53 kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling pada kelompok kasus dan simple random sampling pada kelompok kontrol. Data diperoleh dari rekam medis dan register Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), kemudian dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia (p=0,038; OR=3,120), paritas (p=0,006; OR=3,016), riwayat penyakit (p<0,001; OR=18,667), pekerjaan (p=0,030; OR=3,585), dan tingkat pendidikan (p<0,05) berhubungan signifikan dengan risiko preeklampsia, sedangkan status gizi tidak berhubungan signifikan (p=0,480; OR=0,716). Analisis multivariat menunjukkan bahwa riwayat penyakit merupakan determinan paling dominan terhadap risiko preeklampsia. Temuan ini menunjukkan pentingnya identifikasi ibu hamil berisiko sejak kunjungan antenatal pertama agar intervensi dan pemantauan dapat dilakukan lebih dini sehingga kejadian preeklampsia dapat dicegah