Kerja sebagai playback engineer sekarang makin rumit karena teknologi pertunjukan modern. Dulu tugasnya cuma muter backing track. Sekarang harus ngurus 5 hal sekaligus: playback backing track, sinkron metronom, sinkron timecode, sinkron visual, dan sinkron lampu. Semua harus jalan barengan.Di lapangan, kontroler berbasis MIDI masih menjadi andalan industri. Alasannya: MIDI jago mengontrol parameter DAW. Tapi MIDI punya kelemahan. MIDI tidak bisa mengirim informasi tekstual dan kontekstual. Karena itu playback engineer masih harus pakai banyak perangkat beda buat dapet info operasional pas show berlangsung. Dari masalah itu penelitian ini muncul. Tujuannya ngembangin + ngetes framework controller playback pakai perangkat mobile. Framework ini menggunakan komunikasi dua arah Open Sound Control (OSC). Jembatannya TouchOSC di iPad sama Max for Live di Ableton Live. Targetnya: fungsi kontrol dan monitoring bisa berjalan simultan di satu layar. Metode risetnya Practice-Based Research. Tahapannya lengkap: analisis kebutuhan, rancang sistem, bikin prototipe, implementasi, uji fungsional, sampai evaluasi profesional.Hasilnya, sistem yang dibangun bisa tuker data dua arah antara iPad dan DAW. Jadi, user langsung akses semua: kontrol playback, pindah marker, info tempo, time signature, posisi playback, status koneksi, dan parameter mixer. Semuanya ada dalam satu antarmuka yang terpadu.Dari evaluasi, terbukti bahwa sistem ini mampu menjawab kebutuhan operasional playback engineer. Bonusnya: akses ke info real-time pas pertunjukan jadi lebih gampang. Kontribusi penelitian: ngasih framework kontrol playback berbasis OSC. Framework ini menyatukan fungsi kontrol dan monitoring dalam satu lingkungan kerja mobile. Sifatnya fleksibel dan adaptif.