Nan Triveni Achnas Nan Triveni Achnas
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perancangan Film Dokumenter Hidup Untuk Rumah, Bukan Rumah UntukHidup Analisis Kerangka Naratif Dokumenter Sosial-Politik Akira Asava Robby Akira Asava Robby; Nan Triveni Achnas Nan Triveni Achnas
Pro Film Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 - September 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Krisis perumahan adalah salah satu penghambat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di daerah urban di Indonesia. Lebih terfokusnya di daerah Jabodetabek dimana rumah menjadi instrumen investasi warga kelas atasyang menyebabkan kota pasokannya terbatas bagi warga kelas menengah. Namun perpindahan ke daerah sub- urban / kota penyangga pun semakin mahal karena fenomena gentrifikasi. Penciptaan film dokumenter yangberdasarkan Practice-based research ini dilakukan untuk mencari tahu bagaimana fenomena ini terjadi dan apa saja cara untuk menanggulanginya. Melalui pengalaman langsung pencipta sebagai warga kota, kontraktorbangunan, dan filmmaker, penciptaan karya ini akan mengkaji fenomena gentrifikasi, ketimpangan ruang, serta tekanan struktural yang mendorong masyarakat kelas menengah dan bawah semakin tersingkir dari akses tempat tinggal layak. Artikel ini menyajikan rancangan dan analisis kerangka naratif film documenter yang mengangkat isu sosial-politik . 
RITUAL SEBAGAI RUANG PENGETAHUAN: TUBUH, TANAH,dan SUARA DALAM PENDEKATAN DOKUMENTERPARTISIPATORIS TARAWANGSA TRIPTYCH Dewi Saraswati K Dewi Saraswati K; Nan Triveni Achnas Nan Triveni Achnas; RR Ella Evrita H RR Ella Evrita H
Pro Film Vol. 5 No. 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 - September 2025
Publisher : Pro Film

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan ritual dan praktik budaya sering kali dipandang sebagai aspek visual dalam film dokumenter, sedangkan aspek pengetahuannya sering kali diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ritual Tarawangsa sebagai sumber pengetahuan dalam pembuatan film, dengan pendekatan dokumenter yang bersifat partisipatif. Metodologi yang digunakan mencakup observasi partisipatif, interaksi langsung dengan komunitas, dan refleksi etis selama proses produksi. Penelitian ini menunjukkan bahwa ritual dapatmenjadi sarana untuk menyampaikan pengetahuan dan spiritualitas yang dalam. Namun, film sering kali gagal untuk merepresentasikan kompleksitas ini, yang dapat menguatkan stereotip yang ada. Keterlibatan aktif dari peserta ritual memberikan nilai tambah dalam pemahaman dan penghargaan terhadap praktik budaya yang ada. Temuan ini menekankan pentingnya memperhatikan sensitivitas budaya serta menerapkan pendekatan dialogis dalam pembuatan film.