This Author published in this journals
All Journal Bil Hikmah
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Wacana Kritis Komunikasi Dakwah Tentang Ketimpangan Gender pada Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah Lalu Ali Amrullah; Didit Krisdianto
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.156

Abstract

Komunikasi dakwah dengan tulisan tentang praktik ketimpangan gender pada masyarakat adat dan agamis, telah ditulis secara implisit dan halus dalam karya sastra berupa Novel karya Hamka yang berjudul “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Novel tersebut sangat terkenal hingga masa kini dan menjadi bacaan yang sangat menginspirasi masyarakat untuk mendapatkan kesetaraan gender. Untuk memahami wacana dan makna teks novel maka dibutuhkan teknik analisa wacana yang mendalam agar bisa memahami maksud sebenarnya dari novel tersebut. Maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis wacana dalam novel “Di Bawah Lindungan Ka’bah”, khususnya terkait dengan aspek ketimpangan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tinjauan teori analisis wacana kritis Michel Foucault. Dalam analisisnya akan menggunakan analisa tindakan, konteks, historis, kekuasaan dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penulis novel menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap ketimpangan gender dengan menggambarkan tokoh-tokoh perempuan dalam novel sebagai sosok yang lebih lemah dibandingkan laki-laki dalam nilai-nilai tradisional. Terdapat temuan bahwa penulis novel sebagai anggota organisasi Islam Muhammadiyah sejalan  dengan aliran Islam yang dianut Muhammadiyah dalam proses produksi dan konsumsi teks. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam moderat, berusaha menciptakan reformasi ajaran Islam bersumber al Qur’an dan Hadis melalui bidang pendidikan keagamaan, sehingga dapat memutuskan keterbatasan karena adat-istiadat tradisional dan kolonialisme Belanda terhadap akses pendidikan.