This Author published in this journals
All Journal Jurnal Badati
Ervin Rumailay
Universitas Dr. Djar Wattiheluw

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

BUDAYA ANAK HARTA DALAM MASYARAKAT ADAT Ervin Rumailay
JURNAL BADATI Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Maluku pada dasarnya merupakan masyarakat adat yang senantiasa memelihara dan menerapkan adat istiadat dalam kehidupan sehari-hari, yang diwariskan secara turun-temurun hingga saat ini. Bagi masyarakat Maluku, adat berfungsi sebagai sarana kontrol sosial, di mana tindakan yang dianggap benar adalah tindakan yang selaras dengan tradisi. Salah satu adat yang masih hidup di tengah masyarakat Desa Rumalait, Maluku Tengah, adalah adat 'anak harta'. Istilah 'anak harta' merujuk pada anak pertama baik laki-laki maupun perempuan yang diserahkan oleh keluarga mempelai pria kepada keluarga mempelai wanita guna memenuhi ketentuan adat pernikahan. Masyarakat Desa Rumalait termasuk dalam kelompok masyarakat adat yang melestarikan tradisi sebagai pewaris adat istiadat leluhur mereka. Permasalahan terkait praktik 'anak harta' di Desa Rumalait saat ini adalah adanya ketidakpatuhan terhadap hukum adat, khususnya mengenai ketiadaan kesepakatan awal untuk menyerahkan anak pertama. Sebaliknya, mereka justru menyerahkan anak kedua, ketiga, dan seterusnya untuk berstatus sebagai 'anak harta', guna menggantikan posisi sang ibu yang berasal dari Desa Rumalait. Fenomena praktik 'anak harta' di Desa Rumalait, Kecamatan Teluk Elpaputih, Maluku Tengah ini menjadi objek kajian peneliti untuk memahami praktik-praktik yang berlaku dalam masyarakat adat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan praktik budaya 'anak harta' atau penyerahan 'anak harta' di Desa Rumalait, Maluku Tengah.