Bistok Hasiholan Simanjuntak
Program Studi Agroteknologi, Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI URBAN FARMING MELALUI PELATIHAN HIDROPONIK UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA DI KAWASAN PERKOTAAN Ignasia Germania M. Rada; Kurniawan Andrianto; Bistok Hasiholan Simanjuntak; Antonius Novianto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.41046

Abstract

Abstrak: Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan menjadi salah satu tantangan dalam mewujudkan ketahanan pangan keluarga. Kampung Pancuran, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kota Salatiga, telah memiliki fasilitas greenhouse dan instalasi hidroponik, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya hidroponik. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan budidaya hidroponik sistem Nutrient Film Technique (NFT). Metode yang digunakan meliputi persiapan, penyuluhan, pelatihan praktik, pendampingan serta evaluasi. Mitra kegiatan adalah 10 ibu rumah tangga. Materi pelatihan mencakup penyemaian benih, pindah tanam, pemberian nutrisi AB MixMix, pemantauan pH dan electrical conductivity (EC), serta penyusunan kalender tanam. Evaluasi dilakukan menggunakan pre–test, post–test, dan kuesioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 76,39% pada pre–test menjadi 100% pada post–test, dengan peningkatan rata-rata sebesar 23,61%. Evaluasi kepuasan juga menunjukkan respons yang positif, dengan seluruh peserta menyatakan setuju atau sangat setuju terhadap materi, metode pelatihan, serta pendampingan yang diberikan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya hidroponik sistem NFT serta mendorong pemanfaatan lahan terbatas secara produktif untuk mendukung ketahanan pangan keluarga di area kawasan pengabdian. perkotaan.Abstract: Limited land availability in urban areas has become one of the main challenges in achieving household food security. Pancuran Village, Kutowinangun Lor Subdistrict, Salatiga City, already has a greenhouse and hydroponic facilities; however, their utilization has not been optimal due to the community’s limited knowledge and skills in hydroponic cultivation. This community service program aimed to improve community capacity through training on the Nutrient Film Technique (NFT) hydroponic system. The program consisted of preparation, counseling, hands-on training, mentoringand evaluation, involving 10 housewives as participants. The training covered seed germination, transplanting, AB MixMix nutrient application, monitoring of pH and electrical conductivity (EC), and crop scheduling. Evaluation was conducted using pre-testPre - tests, post-testPost-test, and participant satisfaction questionnaires. The results showed that participants’ average knowledge increased from 76.39% in the pre-testPre-test to 100% in the post-testPost-test, representing an average improvement of 23.61%. The satisfaction evaluation also indicated positive responses, with all participants expressing agreement or strong agreement regarding the training materials, implementation methods, and mentoring provided. The program successfully improved participants’ knowledge and practical skills in NFT hydroponic cultivation while encouraging the productive use of limited urban land to support household food security.