Tri Sunu Handayani
Program Studi Manajemen Rumah Sakit, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN PENGOLAHAN KUNYIT PASCA PANEN DALAM MEWUJUDKAN DESA WISATA HERBAL Sabtanti Harimurti; Dyani Primasari Sukamdi; Rahma Artemisia; Zelmi Dwi Novita; Satriaji Amurwa Wijaya; Wahid Fathoni; Joko Supriyanto; Tri Sunu Handayani; Ismanurrahaman Hadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 4 (2026): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i4.40368

Abstract

Abstrak: Pengembangan produk pariwisata dapat dilakukan melalui kerangka 4A (Attractions, Accessibility, Amenities, and Ancillary) dengan pendekatan Community-Based Tourism (CBT). Desa Semoyo, Kabupaten Gunung Kidul, memiliki potensi alam yang besar dan telah mengembangkan desa wisata melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk memperkuat kapasitas masyarakat, dilakukan program pengembangan Rimpang Kunyit dan Herbal EduPark yang bertujuan meningkatkan pengetahuan warga Kampung Kunyit Kanutan Semoyo tentang pengolahan kunyit pascapanen. Mitra dari kegiatan ini adalah ketua Kampung Kunyit Kanutan, Desa Semoyo. Kegitan diikuti oleh 37 peserta yang meliputi anggota Pokdarwis dan BUMDes Kampung Kanutan. Program meliputi edukasi dan evaluasi pemahaman menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan. Indikator keberhasilan dilihat dari peningkatan nilai pre-test dan post-test yaitu dari 8,731,86 menjadi 8,861,42. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta walaupun hanya meningkat 1,5% setelah edukasi. Walaupun hanya sedikit meningkat, nmaun peningkatan ini mencerminkan bertambahnya kapasitas masyarakat dalam mengelola dan mendiversifikasi produk berbahan dasar kunyit. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pendekatan CBT efektif dalam memperkuat sumber daya manusia serta mendukung pengembangan Desa Semoyo sebagai desa wisata herbal yang berkelanjutan.Abstract: Tourism product development can be implemented through the 4A framework (Attractions, Accessibility, Amenities, and Ancillary) using a Community-Based Tourism (CBT) approach. Semoyo Village, located in Gunung Kidul Regency, possesses significant natural potential and has initiated tourism village development through the establishment of a Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and a Village-Owned Enterprise (BUMDes). To strengthen community capacity, the Turmeric Rhizome and Herbal EduPark development program was conducted to enhance the knowledge of residents of Kampung Kunyit Kanutan Semoyo regarding post-harvest turmeric processing. The partner for this activity is the head of Kampung Kunyit Kanutan in Semoyo Village. The activity was attended by 37 participants, comprising members of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) and the Village-Owned Enterprise (BUMDes) of Kampung Kanutan. The program consisted of educational activities and knowledge assessments using pre-test and post-test instruments, including 10 questions. The program's success indicator is determined by the increase in post-test scores, that was 8.731.86 increased to 8.861.42. The results demonstrated an improvement in participants’ understanding although only 1.5% of turmeric processing techniques after the educational intervention. Even though the increasing score was little, this improvement reflects increased community capacity to manage and diversify turmeric-based products. These findings indicate that the CBT approach is effective in strengthening human resources and supporting the sustainable development of Semoyo Village as a herbal tourism destination.