Fatim Zahrok
Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Terapi Supportif Pada ODGJ Sebagai Upaya Pencegahan Bunuh Diri-Literatur Review: Khofifah Putri Nurhastin, Idha Fibria Mukmala Lina, Fatimatul Zahrok Fatim Zahrok
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 7 No. 2 (2024): Mei 2024
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi suportif yaitu sebuah psikoterapi yang ditujukan kepada individu maupun kelompok yang ingin mengevaluasi diri. Pasien ODGJ adalah seseorang yang memiliki gangguan mental, pikiran dan pola tingkah laku yang tidal sesuai di masyarakat. Pasien ODGJ rentan memiliki dorongan untuk bunuh diri. Sebesar 80% - 90 % kasus bunuh diri diaakibatkan oleh kecemasan dan depresi. Pada kasus pasien dengan tanda dan gejala mengurung diri dan tidak mau untuk terbuka kepada keluarga, pasien tersebut semakin hari semakin deperesi sehingga memicu terjadinya dorongan bunuh diri. Artikel ini dilakukan dengan menggunakan metode literatur review. Dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah terapi suportif dapat mencegah terjadinya kasus ODGJ memiliki keinginan bunuh diri. Dari hasil analilis beberapa artikel yang didapatkan, terapi suportif efektif untuk mendukung dan memotivasi ODGJ agar tidak ada dorongan bunuh diri. Edukasi terapi suportif juga dilakukan oleh keluarga. Sebelum ke pasien keluaga pasien diberikan pengetahuan tentang bagaiaman cara merawat serta meberikan motivasi kepada pasien untuk sembuh dan kembali beraktifitas seperti semula. Dengan begitu pasien memiliki keinginan untuk sembuh dari gangguan psikisnya.Terapi suportif yaitu sebuah psikoterapi yang ditujukan kepada individu maupun kelompok yang ingin mengevaluasi diri. Pasien ODGJ adalah seseorang yang memiliki gangguan mental, pikiran dan pola tingkah laku yang tidal sesuai di masyarakat. Pasien ODGJ rentan memiliki dorongan untuk bunuh diri. Sebesar 80% - 90 % kasus bunuh diri diaakibatkan oleh kecemasan dan depresi. Pada kasus pasien dengan tanda dan gejala mengurung diri dan tidak mau untuk terbuka kepada keluarga, pasien tersebut semakin hari semakin deperesi sehingga memicu terjadinya dorongan bunuh diri. Artikel ini dilakukan dengan menggunakan metode literatur review. Dibuat dengan tujuan untuk mengetahui apakah terapi suportif dapat mencegah terjadinya kasus ODGJ memiliki keinginan bunuh diri. Dari hasil analilis beberapa artikel yang didapatkan, terapi suportif efektif untuk mendukung dan memotivasi ODGJ agar tidak ada dorongan bunuh diri. Edukasi terapi suportif juga dilakukan oleh keluarga. Sebelum ke pasien keluaga pasien diberikan pengetahuan tentang bagaiaman cara merawat serta meberikan motivasi kepada pasien untuk sembuh dan kembali beraktifitas seperti semula. Dengan begitu pasien memiliki keinginan untuk sembuh dari gangguan psikisnya.