This Author published in this journals
All Journal Animal Agricultura
Ni Nengah Suryani
Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana, Kupang, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Performa Reproduksi Babi Peranakan Landrace Yang Mendapat Tambahan Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Air Minum Ni Nengah Suryani; I Kadek Yoga Kertiyasa; D.A. Nguru
Animal Agricultura Vol 4 No 1 (2026): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v4i1.152

Abstract

Kelor merupakan tanaman tropis dengan nilai gizi dan khasiat obat yang tinggi. Studi terbaru telah melaporkan efek daun kelor sangat baik dalam modifikasi inflamasi, antioksidatif, dan anti-diabetes, tetapi belum ada laporan signifikan tentang perannya dalam reproduksi ternak. Dalam penelitian ini, kami menyelidiki efek pemberian daun Moringa oleifera (MOL) dalam bentuk larutan dalam air minum terhadap kinerja reproduksi ternak babi.  Penelitian ini menggunakan 12 ekor babi sedang bunting paritas kedua, dengan kisaran bobot badan 120- 125 kg, rata-rata 122,5 kg dan koefisien variasi 1,46% yang diberi larutan daun kelor sejak bunting sampai beranak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P0 : air minum tanpa extract daun kelor, P1 : extract daun kelor 50 ml/L air minum, P2 : extract daun kelor 100ml/L air minum, P3 : larutan daun kelor 150 ml/L air minum. Variabel yang diteliti adalah lama kebuntingan, jumlah anak per kelahiran, bobot lahir dan bobot sapih.  Hasil analisis statistik menunjukkan tambahan extract daun kelor dalam air minum berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap lama kebuntingan, jumlah anak per kelahiran  babi peranakan landrace, namun bobot lahir dan bobot sapih meningkat secara nyata (P<0,05) pada P3. Disimpulkan bahwa suplementasi ekstrak daun kelor sebesar 0, 50, 100, dan 150 ml/L menghasilkan lama bunting dan jumlah anak per kelahiran yang relatif sama, sedangkan bobot lahir dan bobot sapih meningkat pada perlakuan 150 ml/L air minum babi peranakan Landrace.