Tujuan: Penelitian ini menguji dan menganalisis secara mendalam mengenai peran perilaku kerja agile dalam memediasi pengaruh digital leadership terhadap kinerja karyawan pada PT X yang bergerak di bidang industri kemasan produk. Desain/Metode/Pendekatan: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus (total sampling) terhadap seluruh populasi karyawan aktif PT X, dengan ukuran sampel akhir sebanyak 100 responden yang mengembalikan kuesioner secara lengkap via Google Form (response rate 76,9%). Analisis data dilakukan dengan metode SEM-PLS menggunakan bantuan software SmartPLS. Temuan: Hasil penelitian menunjukkan analisis efek tidak langsung membuktikan adanya mediasi penuh (full mediation), di mana perilaku kerja agile bertindak sebagai mediator yang menghubungkan digital leadership dengan kinerja karyawan (H4 diterima). Orisinalitas/Nilai: Penelitian ini memperkaya literatur manajemen sumber daya manusia di era Industri 4.0 dengan menawarkan model empiris komprehensif mengenai full mediation perilaku kerja agile. Studi ini memberikan kontribusi unik yang membuktikan bahwa arah strategis pemimpin digital di sektor manufaktur kemasan tidak serta-merta meningkatkan produktivitas tanpa adanya pembentukan fleksibilitas dan ketangkasan pada kapasitas internal karyawannya terlebih dahulu. Implikasi Praktis/Kebijakan: Pihak manajemen PT X direkomendasikan untuk tidak sekadar fokus pada investasi infrastruktur teknologi atau pelatihan kepemimpinan digital bagi manajer. Manajemen harus aktif memfasilitasi ekosistem yang menumbuhkan perilaku kerja agile karyawan, seperti menyederhanakan birokrasi, mendorong budaya yang postif, dan memberikan ruang bagi karyawan untuk berinovasi agar adopsi sistem Industri 4.0 berjalan efektif demi tercapainya kinerja berkelanjutan (sustainable performance) yang selaras dengan SDG 8 dan SDG 9. Kata kunci: Digital Leadership, Kinerja Karyawan, Perilaku Kerja Agile.