Kadek Agus Heryana Putra
Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana - RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Efektivitas Blok Nervus Maksilaris Suprazigomatika pada Pasien Miastenia Gravis yang Menjalani Functional Endoscopic Sinus Surgery (FESS) Kadek Agus Heryana Putra; Pita Mora Lesmana; Tjokorda Gde Agung Senapathi
Majalah Anestesia & Critical Care Vol 43 No 3 (2025): Oktober
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (PERDATIN) / The Indonesian Society of Anesthesiology and Intensive Care (INSAIC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55497/majanestcricar.v43i3.422

Abstract

Pendahuluan: Secara global, prevalensi dan insidensi miastenia gravis meningkat, dengan tingkatinsidensi 5,3 orang per juta dan prevalensi 77,7 orang per juta. Dengan meningkatnya prevalensi,penting bagi seorang anestesiolog untuk mengetahui patofisiologi dan komplikasinya, terutamakrisis miastenia. Salah satu pencetus terjadinya krisis adalah berupa nyeri pascaoperasi. Padakasus ini, kami memilih teknik pembiusan tanpa pelumpuh otot dan teknik blok nervus maksilarissuprazigomatika sebagai teknik analgetik pascaoperasi pasien miastenia yang menjalani functionalendoscopic sinus surgery (FESS).Deskripsi Kasus: Pasien perempuan usia 32 tahun didiagnosis pansinusitis dan riwayat miasteniagravis terkontrol dengan terapi direncanakan menjalani FESS bilateral. Induksi dilakukan dengankombinasi agen anestesi sevofluran dan propofol serta analgetik fentanyl. Sebelum ekstubasi,pasien diberikan blok maksilaris dengan pendekatan suprazigomatik menggunakan bupivakain0,25% sebanyak 5 ml pada masing-masing sisi. Ekstubasi dilakukan berdasarkan penilaian kekuatanotot menggunakan Train of Four (TOF). Pasien berhasil diekstubasi tanpa komplikasi, dengan nilaiNumeric Rating Scale (NRS) 0/10 pada 48 jam pascaoperasi.Simpulan: Kombinasi sevofluran dan propofol dengan blok maksilaris pendekatan suprazigomatikefektif untuk manajemen anestesi dan nyeri akut pascaoperasi pada pasien miastenia yang menjalaniFESS.