Sheila Hafsari
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOMUNIKASI KESEHATAN PUSKESMAS CIPARAY MELALUI MEDIA DIGITAL DAN KONVENSIONAL Sheila Hafsari; Firman Alamsyah Taufik Robbi; Rodhiyat Fajar Salim
Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi Vol. 3 No. 8 (2026): Jurnal Riset Multidisiplin Edukasi (Agustus 2026)
Publisher : PT. Hasba Edukasi Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71282/jurmie.v3i8.2513

Abstract

Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, Puskesmas dituntut mampu memanfaatkan media digital tanpa meninggalkan media konvensional agar informasi kesehatan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi komunikasi kesehatan yang diterapkan oleh Puskesmas Ciparay melalui media digital dan konvensional, meliputi bentuk komunikasi yang digunakan, alasan pemilihan media, kelebihan dan kekurangan masing-masing media, serta respons masyarakat terhadap informasi kesehatan yang diterima. Penelitian ini menggunakan Teori Komunikasi Kesehatan dari Thomas L. Thompson (2011) dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus tunggal. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, dengan petugas Puskesmas Ciparay sebagai informan kunci dan masyarakat sebagai informan pendukung. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu, sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Puskesmas Ciparay menggabungkan komunikasi langsung, seperti penyuluhan, kegiatan Posyandu, dan konsultasi di poliklinik, dengan media digital berupa Instagram, WhatsApp, dan situs resmi, serta media cetak seperti poster, brosur, dan spanduk. Media digital dipilih karena kecepatan, jangkauan luas, dan kemudahan pembaruan informasi, sementara media konvensional tetap dipertahankan untuk menjangkau kelompok lanjut usia dan masyarakat dengan keterbatasan akses internet. Respons masyarakat terhadap kedua pendekatan tersebut secara umum positif, ditandai dengan meningkatnya partisipasi dalam kegiatan kesehatan serta interaksi aktif di media digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi media digital dan konvensional yang disesuaikan dengan karakteristik audiens menjadi kunci efektivitas komunikasi kesehatan di tingkat pelayanan primer.