Siti Aprianti Romana
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSES DAN MAKNA SIMBOL GAWAI DAYAK NYELAPAT TAUN DAYAK SEBERUANG ENSILAT DESA BELIMBING DUSUN SUKA MAKMUR KECAMATAN SILAT HULU KABUPATEN KAPUAS HULU Yusuf Olang; Sri Astuti; Siti Aprianti Romana
Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia dan Sastra Indonesia Vol 11, No 1 (2026): Jurnal Kansasi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : PBSI STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpbs.v11i1.7307

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh Pentingnya pelestarian tradisi sebagai warisan budaya yang mengandung nilai spiritual, sosial, dan budaya. Salah satu tradisi tersebut ialah Gawai Dayak Nyelapat Taun pada masyarakat Dayak Seberuang Ensilat di Desa Belimbing, Dusun Suka Makmur, Kecamatan Silat Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Tradisi ini memiliki rangkaian prosesi adat yang sarat dengan simbol, namun kajian mengenai proses pelaksanaan dan makna simbolnya masih terbatas. Fokus penelitian ini adalah proses pelaksanaan dan makna simbol dalam Gawai Dayak Nyelapat Taun. Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses pelaksanaan serta makna simbol yang terkandung dalam setiap tahapan ritual. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan informan serta dokumentasi berupa foto dan video selama pelaksanaan ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses Gawai Dayak Nyelapat Taun dilaksanakan secara bertahap sesuai tata cara adat, dimulai dari perarakan lupung padi, penyambutan rombongan, bepencak, pengelilingan tempayan pamali dan lupung padi, pembacaan mantra, penaburan beras, penyembelihan ayam jantan biring, prosesi mukak tempayan pamali, hingga makan dan minum bersama. Setiap tahapan mengandung makna simbolik yang berkaitan dengan rasa syukur, penghormatan kepada leluhur, permohonan keselamatan, persatuan, kesuburan, perlindungan, keberanian, identitas budaya, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Simbol-simbol tersebut diwujudkan melalui lupung padi, tuak, bepencak, ayam jantan biring, beras, kain songket, benih padi dan sayuran, api, pakaian adat, tempayan pamali, tawak, peralatan berladang, serta kegiatan makan dan minum bersama. Penelitian ini berimplikasi pada penguatan upaya pelestarian budaya Dayak Seberuang Ensilat, mempererat solidaritas sosial masyarakat, menjadi sumber pembelajaran berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, seni budaya, dan kajian folklor, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan penelitian budaya lokal di lingkungan akademik dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga keberlangsungan tradisi sebagai bagian dari identitas budaya daerah.Kata kunci: Gawai Dayak Nyelapat Taun, Makna Simbol, Proses Ritual, Dayak Seberuang Ensilat