Perkembangan perbankan syariah di Indonesia belum sepenuhnya diikuti oleh meningkatnya kepercayaan masyarakat, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan dan tingkat literasi keuangan syariah yang beragam. Kondisi tersebut juga terjadi pada masyarakat Pagar Dewa Kota Bengkulu, di mana aksesibilitas layanan serta faktor sosial diduga menjadi faktor penting yang memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh aksesibilitas dan faktor sosial terhadap kepercayaan masyarakat pada bank syariah serta menguji peran pendidikan dalam memperkuat hubungan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 80 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS, didahului uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aksesibilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dengan koefisien regresi sebesar 0,709 (p<0,001). Faktor sosial juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien sebesar 0,165 (p=0,038), sedangkan pendidikan memberikan pengaruh positif yang signifikan dengan koefisien sebesar 0,669 (p<0,001). Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan masyarakat dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,829, yang menunjukkan bahwa 82,9% variasi kepercayaan masyarakat dapat dijelaskan oleh model penelitian. Temuan ini memberikan implikasi bahwa peningkatan aksesibilitas layanan, penguatan literasi keuangan syariah, serta optimalisasi peran lingkungan sosial dan pendidikan merupakan strategi penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank syariah. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan strategi layanan dan kebijakan perbankan syariah yang lebih efektif.