Penelitian ini membahas tentang integrasi budaya Islam dengan budaya lokal dalam tradisi Maudhu Lompoa di Kabupaten Gowa. Tujuan penelitian ini adalah untuk merekonstruksi sejarah integrasi Islam dengan budaya lokal. Penelitian ini mendeskripsikan dan menganalisis integrasi Islam dalam prosesi tradisional, integrasi Islam ke dalam nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi, dan dampak integrasi Islam terhadap kehidupan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data yang dianalisis adalah data lapangan dengan menggunakan pendekatan historis dan antropologis terhadap agama. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, photovoice, dokumentasi, dan data kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Maudhu Lompoa mulai diterapkan setelah Islam menjadi agama resmi Kerajaan Gowa pada tahun 1605. Maudhu Lompoa (ulang tahun besar), yaitu ulang tahun Nabi Muhammad SAW, dilaksanakan sebagai metode penyebaran Islam di mana unsur-unsur lokal menjadi bagian penting dari tradisi tersebut, seperti benda-benda tradisional yang terdiri dari bahan-bahan dasar yang diyakini memiliki makna simbolis sebagai harapan untuk mencapai kemakmuran. Dalam perkembangannya, tradisi ini dilaksanakan setiap tahun sebagai bukti cinta kepada Nabi Muhammad SAW dan rasa syukur kepada Allah SWT. Tradisi Maudhu Lompoa memiliki serangkaian kegiatan di mana integrasi Islam berada pada tahap persiapan dan pelaksanaan. Tradisi ini bukan hanya peringatan ulang tahun tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dan simbol harapan masyarakat untuk mencapai kemakmuran. Nilai-nilai budaya Islam dan budaya lokal yang terintegrasi dalam tradisi ini meliputi dimensi spiritual, dimensi sosial dan komunitas serta dimensi seni dan hiburan. Integrasi Islam dalam tradisi ini berdampak pada kehidupan masyarakat, antara lain; Meningkatkan religiusitas masyarakat dan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi.