Kota Magelang menghadapi tantangan struktural berupa stagnasi durasi kunjungan wisatawan yang hanya berkisar 1–1,5 hari, jauh di bawah target daerah sebesar 2–2,5 hari. Kondisi ini menempatkan Kota Magelang sekadar sebagai kota transit, sehingga diperlukan strategi yang mampu menambah nilai waktu bagi wisatawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh event pariwisata terhadap length of stay (lama tinggal) wisatawan di Kota Magelang. Menggunakan pendekatan kuantitatif kausal-asosiatif, data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 145 wisatawan non-lokal dengan teknik accidental sampling, lalu dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana berbantuan SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa event pariwisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap length of stay wisatawan, dengan kontribusi sebesar 48,3% terhadap variasi durasi kunjungan (R² = 0,483; sig. = 0,000). Agenda kegiatan pariwisata terbukti mampu menciptakan nilai waktu (time value) tambahan yang mendorong wisatawan, khususnya segmen pemuda usia 17–25 tahun, untuk memperpanjang durasi kunjungannya. Temuan ini memberikan kontribusi teoritis bagi pengembangan ilmu pariwisata, khususnya dalam memperkuat posisi Event Management Theory dan Tourism Demand Theory sebagai kerangka analisis perilaku kunjungan di destinasi perkotaan skala kecil yang selama ini relatif kurang diteliti. Secara praktis, penelitian ini mengimplikasikan pentingnya penguatan calendar of events sebagai strategi retensi pengunjung yang berkelanjutan, bukan sekadar instrumen promosi musiman, guna memaksimalkan dampak ekonomi pariwisata bagi Kota Magelang.