Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinasi profit pada Bank Riau Kepri Syariah melalui pengujian pengaruh pembiayaan, Dana Pihak Ketiga (DPK), Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN), rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan beban operasional. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh menurunnya profit Bank Riau Kepri Syariah pasca konversi menjadi bank umum syariah, meskipun aset, pembiayaan, dan penghimpunan dana mengalami pertumbuhan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya tantangan dalam efisiensi operasional, pengelolaan risiko, dan optimalisasi fungsi intermediasi bank syariah daerah. Penelitian ini penting dilakukan karena hasil penelitian terdahulu mengenai determinasi profitabilitas bank syariah menunjukkan temuan yang belum konsisten, dan belum adanya penelitian terkait determinasi profit pada Bank Riau Kepri Syariah setelah konversi menjadi bank umum syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif-deskriptif serta memanfaatkan data sekunder berupa laporan keuangan bulanan Bank Riau Kepri Syariah periode Januari 2023 sampai Desember 2025. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah laba bank, sedangkan variabel independen meliputi pembiayaan, CKPN, DPK, rasio BOPO, dan beban operasional. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda menggunakan software EViews 13 yang didahului oleh uji asumsi klasik dan pengujian hipotesis melalui uji t, uji F, serta koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pembiayaan dan Beban Operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap laba, DPK tidak berpengaruh signifikan, CKPN dan rasio BOPO berpengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, kelima variabel independen tersebut berpengaruh signifikan terhadap laba dengan nilai koefisien determinasi sebesar 95,87 persen, yang berarti variasi laba bank selama periode penelitian sebagian besar dapat dijelaskan oleh kombinasi pembiayaan, DPK, CKPN, rasio BOPO, dan beban operasional. Temuan ini menegaskan bahwa profit bank syariah daerah sangat ditentukan oleh kualitas pembiayaan, struktur dan pemanfaatan DPK, cadangan kerugian pembiayaan berbasis expected credit loss, serta tingkat efisiensi dan produktivitas beban operasional.