Adela Vita
LSPR Institute Communication and Business, Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Transparansi Penggunaan Artificial Intelegence terhadap Persepsi Kredibilitas Brand pada Platform E-Commerce di Indonesia Nabilla Arswendita; Adela Vita
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v7i6.9539

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transparansi penggunaan Artificial Intelligence (AI) terhadap persepsi kredibilitas brand pada platform e-commerce, khususnya pada pengguna Shopee di Indonesia. Perkembangan teknologi AI dalam layanan e-commerce seperti chatbot customer service, rekomendasi produk otomatis, dan personalisasi promosi telah memberikan efisiensi operasional, namun juga menimbulkan persoalan terkait transparansi informasi dan kepercayaan konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 8 informan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Informan merupakan pengguna aktif Shopee yang telah berinteraksi dengan fitur berbasis AI dalam proses transaksi dan layanan pelanggan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi penggunaan AI berpengaruh signifikan terhadap persepsi kredibilitas brand. Keterbukaan informasi mengenai penggunaan chatbot, sistem rekomendasi produk, dan perlindungan data konsumen dipersepsikan sebagai bentuk kejujuran, profesionalisme, dan tanggung jawab brand. Sebaliknya, kurangnya transparansi serta pengalaman negatif terhadap chatbot yang tidak responsif dapat menurunkan tingkat kepercayaan konsumen terhadap brand. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam membangun komunikasi yang terbuka dan jujur kepada konsumen.