Farida Dwi Yulianti
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pancasetia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Produksi pada Usaha Home Industri Purun di Kabupaten Tabalong HJ. Noor Ritawaty; Farida Dwi Yulianti; Halimatus Sakdiah; Novita Sari
SmartBIZ: Journal of Business Management Vol 1, No 1 (2026): SmartBIZ: Journal of Business Management
Publisher : Yayasan Adwitiya Basurata Inovasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66088/smartbiz.v1i1.69

Abstract

Usaha home industri purun merupakan salah satu bentuk usaha mikro dan kecil yang berbasis kearifan lokal serta memiliki peran strategis dalam mendukung perekonomian daerah. Purun sebagai bahan baku alami yang banyak ditemukan di kabupaten tabalong memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk kerajinan bernilai ekonomi, seperti anyaman tikar, tas, dan produk kreatif lainnya. Selain bernilai ekonomis, produk purun juga mencerminkan identitas budaya lokal dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan karena berbahan dasar alami. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) Pelaku usaha belum memiliki perencanaan produksi yang terstruktur dan terdokumentasi, baik terkait target produksi, jadwal kerja, maupun perencanaan kebutuhan bahan baku dan biaya produksi. 2) Belum terdapat struktur organisasi dan pembagian tugas yang jelas. Pemilik usaha home industri merangkap berbagai peran, sedangkan tenaga kerja mengerjakan berbagai tahapan produksi secara bergantian. Kondisi ini memudahkan koordinasi, namun berdampak pada rendahnya spesialisasi kerja serta potensi menurunnya efisiensi dan produktivitas produksi. 3) Pengarahan dan penggerakan tenaga kerja sepenuhnya dilakukan oleh pemilik usaha home industri secara langsung. Motivasi kerja lebih didorong oleh hubungan kekeluargaan, tanpa didukung sistem penghargaan, prosedur operasional standar, maupun pelatihan formal. 4) Pengawasan dilakukan secara langsung pemilik usaha melalui pemeriksaan hasil produksi. Namun, belum terdapat standar mutu yang pasti dan pencatatan produksi yang sistematis