Intan Kemala
UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BUDAYA POPULER TERHADAP ETIKA BERPAKAIAN DI LINGKUNGAN KAMPUS Intan Kemala; Umar Abdur Rahim SM
QAULAN : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 6 No. 1 (2025): QAULAN: JURNAL KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM
Publisher : Department of Islamic Communication and Broadcasting - Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56874/qau.v6i1.2278

Abstract

Penelitian ini membahas membahas pengaruh budaya populer berpakaian terhadap mahasiswa dalam konteks etika berpakaian di lingkungan kampus. Budaya populer, yang tercermin dalam tren berpakaian yang berasal dari media, selebriti, atau pengaruh lainnya, memiliki dampak signifikan pada pola berpakaian mahasiswa di lingkungan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana budaya populer berpakaian mempengaruhi pemahaman mahasiswa tentang etika berpakaian di kampus. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei dan wawancara untuk mengumpulkan data tentang persepsi, preferensi, dan pemahaman mahasiswa terkait dengan pakaian yang mereka kenakan di lingkungan kampus. Data ini akan dianalisis untuk mengidentifikasi hubungan antara pengaruh budaya populer berpakaian dengan pemahaman etika berpakaian di lingkungan akademik. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana budaya populer memengaruhi mahasiswa dalam memilih pakaian mereka di lingkungan kampus. Implikasi dari temuan ini dapat membantu universitas atau lembaga pendidikan untuk mengembangkan panduan atau program yang mempromosikan etika berpakaian yang sesuai dengan norma-norma akademik dan budaya kampus. Hal ini juga dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada mahasiswa tentang pentingnya berpakaian yang tepat dan menghormati lingkungan belajar mereka.
Media Violence: Islamic Communication Ethics in the Context of Terror and Intimidation Against Journalists Intan Kemala; Umar Abdur Rahim SM
International Conference On Religion, Social and Humanities Vol 4 (2025): Religion and Social Transformation in the Digital Era
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/proceedingsoficresh.v4i.89

Abstract

Violence against journalists is no longer individual in nature, but has become a structural mechanism embedded in the public communication system, where political, economic, and ideological interests compete to dominate media narratives. This research aims to comprehensively reveal the phenomenon of media violence against journalists in Indonesia through the dimension of communication ethics. Practices of violence, terror, and intimidation such as the symbolic pig's head terror and the withdrawal of press IDs (administrative) indicate that pressure on journalists is multidimensional and systemic, reflecting the imbalance of power relations and a crisis of public ethics. Using descriptive qualitative methods with data sources from AJI reports, news, and literature studies, this research analyzes the phenomenon using the theoretical framework of Jurgen Habermas and Islamic Communication Ethics. The results show that the intimidation violates Habermas's principle of communicative rationality and explicitly rejects the Islamic command to speak the truth (Qaulun Sadidan) and to respect dignity (Qaulun Kariman). Thus, this research concludes that the crisis of press freedom in Indonesia is a crisis of communication ethics, while also providing practical recommendations for the enforcement of moral values.