This Author published in this journals
All Journal Jurnal Agrotan
Azisah Azisah
Department of Agrotechnology Maros Agricultural High School

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.): The Influence of Organic Fertilizer from Cattle Urine on Growth and Production of Eggplant (Solanum melongena L.) Azisah Azisah
Jurnal Agrotan Vol. 3 No. 02 (2017): September 2017
Publisher : Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi tanaman terong terhadap penggunaan pupuk organik cair urine sapi khususnya pada dosis dan waktu pemberian yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terong. Penelitian dilaksanakan di Cilellang, Kab. Barru, Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung selama 4 bulan yaitu pada bulan maret hingga juni 2017. Metode penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor yaitu faktor pertama adalah dosis dan faktor ke 2 adalah waktu pemberian urine sapi, dimana dosis pemberian urine sapi terdapat 4 taraf yaitu S0 (control), S1 (100 ml), S2 (200 ml), dan S3 (300 ml) sedangkan perlakuan waktu pemberian terdiri dari 1 minggu 1x pemberian (W1), 2 minggu (W2), 3 minggu (W3). Berdasarkan jumlah percobaan maka diperoleh 12 kombinasi perlakuan yang terdiri dari 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dosis pemberian (S) pupuk organik cair urine sapi yang terbaik dan memberikan hasil tertinggi pada pertumbuhan dan produksi tanaman terong terdapat pada dosis 300 ml (S3). Interval waktu untuk pemberian (W) pupuk organik cair urine sapi yang memberikan hasil terbaik pada pertumbuhan dan produksi tanaman terong terdapat pada interval waktu 1x seminggu pemberian (W1). Adapun interaksi anatara dosis dengan interval waktu (SW) yang sangat berpengaruh terdapat pada S3W1.