Chaidir Rais Sayyaf
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Muhammadiyah dalam Mengatasi Pemerataan Pendidikan di Indonesia Laili Isrofa; Chaidir Rais Sayyaf
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2023: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perpaduan sistem sekolah umum dan madrasah atau pondok pesantren menjadi fokus pendidikan yang dikembangkan Muhammadiyah. Untuk melaksanakan usaha pendidikan tersebut, Muhammadiyah telah mendirikan organisasi amal yang dapat mengatasi pemerataan Pendidikan di Indonesia yaitu berupa: Pendidikan agama diajarkan di sekolah-sekolah umum modern, pesantren, mendirikan madrasah, dan mendirikan perguruan tinggi. Karena pengamatannya terhadap pendekatan dualistik pendidikan yang digunakan di Indonesia pada masa kolonial, K.H. Ahmad Dahlan berada di garis depan dalam upaya menciptakan sistem pendidikan Islam kontemporer yang pada akhirnya akan mempengaruhi pemikiran umat Islam. Menurut analisis kinerja pendidikan di Indonesia, terdapat beberapa kelemahan mendasar, di antaranya: manajemen dan ketatalaksanaan sekolah serta perguruan tinggi, pendanaan yang kurang memadai, masalah kultural, kualitas pendidikan yang rendah, sumber daya manusia yang kurang, dan banyaknya penyimpangan moral. Pendidikan di era global saat ini menghadapi beberapa tantangan, seperti dampak globalisasi yang menimbulkan kecenderungan komoditisasi pendidikan, munculnya spirit internasionalisasi di lembaga pendidikan yang memerlukan standarisasi untuk meningkatkan daya saing global, serta semakin pentingnya ilmu pengetahuan, jaringan kerja sama, dan moral dalam era global. Oleh karena itu, pendidikan merupakan kunci kemajuan suatu bangsa, dan semakin baik kualitas pendidikan yang diselenggarakan suatu masyarakat atau bangsa, maka semakin baik pula kualitas dan kemajuan masyarakat atau bangsa tersebut. Pendekatan ini menunjukkan bahwa pendidikan dapat dijadikan sebagai tolok ukur kualitas dan kemajuan suatu bangsa.