Muhammad Idris Abdul Malik Romadhoni
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksi Al-Islam-Kemuhammadiyahan (AIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai Pembentukan Akhlak Mahasiswa Ryan Putra Ardiyansyah; Muh Naafi Utama; Muhammad Arifin Fadhil Nugroho; Muhammad Idris Abdul Malik Romadhoni
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu ciri Perguruan Tinggi Muhammadiyah adalah terlaksananya ajaran al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Dalam program pendidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, ada pengaturan bahwa AIK dapat menjadi mata pelajaran yang wajib diambil oleh mahasiswanya, suatu jenis pendidikan agama Islam yang wajib diberikan di perguruan tinggi umum. Namun AIK mempunyai bobot SKS dan jam belajar yang lebih besar dibandingkan dengan mata pelajaran agama Islam di perguruan tinggi terbuka, yaitu berbobot 2 SKS dan diberikan seolah-olah satu kali dalam satu semester, sedangkan Kemuhammadiyahan memiliki bobot 3 SKS yang diberikan dalam satu semester. Semester satu dan dua mengambil 2 SKS mata kuliah agama Islam. Semester ketiga terdapat mata kuliah keislaman dan sains dan inovasi, dan semester keempat terdapat mata kuliah kemuhammadiyahan. Dengan mempertimbangkan kedudukan AIK, tulisan ini perlu memperluas Kemuhammadiyahan/AIK sebagai praksis pengajaran harga diri. Makalah ini didasarkan pada pertanyaan yang jelas dan wawancara dengan beberapa siswa dan pembicara. Perguruan Tinggi Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dijadikan contoh kasus terciptanya AIK. Pada akhir tulisan ini, penulis mengemukakan pentingnya pembentukan akhlaq pelajar sebagai pandangan dunia dalam menciptakan AIK di perguruan tinggi.
Rekonstruksi Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Perguruan Tinggi Muhammadiyah sebagai Pembentukan Akhlak Mahasiswa Ryan Putra Ardiyansyah; Muh Naafi Utama; Muhammad Arifin Fadhil Nugroho; Muhammad Idris Abdul Malik Romadhoni
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu ciri Perguruan Tinggi Muhammadiyah adalah terlaksananya ajaran al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK). Dalam program pendidikan Perguruan Tinggi Muhammadiyah, ada pengaturan bahwa AIK dapat menjadi mata pelajaran yang wajib diambil oleh mahasiswanya, suatu jenis pendidikan agama Islam yang wajib diberikan di perguruan tinggi umum. Namun AIK mempunyai bobot SKS dan jam belajar yang lebih besar dibandingkan dengan mata pelajaran agama Islam di perguruan tinggi terbuka, yaitu berbobot 2 SKS dan diberikan seolah-olah satu kali dalam satu semester, sedangkan Kemuhammadiyahan memiliki bobot 3 SKS yang diberikan dalam satu semester. Semester satu dan dua mengambil 2 SKS mata kuliah agama Islam. Semester ketiga terdapat mata kuliah keislaman dan sains dan inovasi, dan semester keempat terdapat mata kuliah kemuhammadiyahan. Dengan mempertimbangkan kedudukan AIK, tulisan ini perlu memperluas Kemuhammadiyahan/AIK sebagai praksis pengajaran harga diri. Makalah ini didasarkan pada pertanyaan yang jelas dan wawancara dengan beberapa siswa dan pembicara. Perguruan Tinggi Muhammadiyah Surakarta merupakan salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dijadikan contoh kasus terciptanya AIK. Pada akhir tulisan ini, penulis mengemukakan pentingnya pembentukan akhlaq pelajar sebagai pandangan dunia dalam menciptakan AIK di perguruan tinggi.