Rahma Anindita
Rumah Sakit Umum Daerah dr Sayidiman Magetan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Distensi Abdomen Et Causa Hirschprung Disease pada Neonatus: Laporan Kasus Narita Santika Ayu; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Distensi abdomen merupakan salah satu tanda obstruksi usus besar yang salah satu penyebabnya adalah hirschprung disease. Hirschprung disease merupakan suatu kelainan bawaan berupa tidak adanya ganglion pada usus besar mulai dari sfingter ani interna kearah proksimal, termasuk rectum. Hirschsprung disease sering menyerang neonatus dan anak-anak yang sering ditandai dengan keterlambatan pengeluaran mekonium pertama, muntah bilious dan distensi abdomen. Angka kejadian hirschprung disease secara internasional adalah 1:1.500 sampai dengan 1:1.700 kelahiran hidup. Insiden hirschprung disease di Indonesia sendiri belum banyak yang meneliti. Dalam kasus ini dilaporkan neonatus usia tiga hari yang dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Daerah Sayidiman Magetan dengan keluhan tidak bisa buang air besar sejak satu hari setelah lahir, saat dilakukan colok dubur konsistensi feses yang keluar lengket, sedikit berwarna kehitaman dan tidak menyemprot. Selain itu, perut pasien membesar, kembung dan pasien muntah berwarna kecoklatan. Penulis bertujuan membahaskasus langka ini beserta karakteristik, diagnosis, dan tata laksananya.
Anak Laki-Laki Usia 18 Tahun dengan Cerebral Palsy, Pneumonia, Gizi Buruk, dan Anemia: Laporan Kasus Sri Astari Dwi Winarni; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerebral Palsy merupakan penyakit gangguan motorik yang umumnya terjadi pada masa anak-anak. Cerebral Palsy dikarakteristikan dengan abnormalitas tonus, postur, atau gerakan tubuh. Penyakit ini diklasifikasikan menurut gangguan gerakan yang dominan yaitu spastik hemiplegi, spastik diplegi, spastik quadriplegi, dan ekstrapiramidal atau diskinetik. Laporan kasus tentang seorang anak laki-laki usia 18 tahun yang mengalami cerebral palsy tipe spastik quadriplegi dengan pneumonia, gizi buruk, dan anemia. Faktor yang terlibat antara lain pada masa prenatal yaitu ketuban pecah dini dan pada masa perinatal yaitu premature dan regresi perkembangan. Pasien mengalami gangguan spektrum perkembangan khususnya gross motor function classification system (GMFCS) level 5. Pasien datang dengan keluhan batuk dan demam sejak kurang lebih 6 hari sebelum masuk rumah sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nadi 90x/menit, frekuensi pernafasan 21x/menit, suhu 36,6◦C, BB 17 kg, TB 135 cm, kulit kering, baggy pant appearance, dan ronki. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 7,5 g/dL, hemtokrit 26,3 %, MCV 61,3 Fl, MCHC 28,5 g/dL. Pasien didiagnosis dengan cerebral palsy dengan pneumonia, gizi buruk, dan anemia, dan diberikan terapi diazepam, fenobarbital, dan F100 100cc/3 jam. Pasien dirawat di rumah sakit selama 8 hari dan membaik.
Anak Laki-Laki 9 Bulan dengan Severe Dengue: Laporan Kasus Kunanti Anugrah Pawestri; Rahma Anindita
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam dengue merupakan penyakit virus dengan insidensi tinggi di sebagian besar negara berkembang yang disebabkan oleh irus dengue dan ditularkan oleh nyamuk. Kejadian infeksi dengue lebih tinggi pada anak dibandingkan dengan dewasa. Severe dengue berdasarkan kriteria WHO 2009 didefinisikan sebagai dengue dengan satu atau lebih kondisi berikut: kebocoran plasma yang menyebabkan shock (dengue syok) dan atau akumulasi cairan dengan distress nafas, perdarahan berat, dan keterlibatan organ. Laporan kasus seorang anak laki-laki usia 9 bulan datang ke IGD dengan keluhan lemas, tangan dan kaki dingin, tidak mau makan minum dan demam hari ke 5, demam tinggi mendadak dengan intensitas naik turun.. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran apatis, tekanan darah 93/59 mmHg, nadi 133x/menit, frekuensi napas 133x/menit, suhu 36,4°C, saturasi oksigen 97% udara bebas, mukosa mulut dan bibir kering, suara dasar vesikuler paru kanan menurun,hepatomegali, akral dingin, CRT > 2 detik, ADP tidak kuat angkat, teraba lemah dan cepat. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan Hemoglobin 13.2, hematocrit 35.5, leukosit 3.2, dan trombosit 11,000. Pasien diberikan terapi oksigenasi dan resusitasi cairan, dan dirawat diruang perawatan intensif anak.