R. Annisa Wildani
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Wanita 67 Tahun dengan Skizofrenia Tak Terinci Aviolena Retinovaliani; R. Annisa Wildani; Andri Nurdiyana Sari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia adalah suatu sindrom yang ditandai oleh penyimpangan yang fundamental dan karakteristik pikiran dan persepsi serta oleh afek yang tidak wajar atau tumpul. Kesadaran dan kemampuan intelektual biasanya tidak terganggu, namun dapat terjadi penurunan kognitif tertentu di kemudian hari. Sekitar 20 juta orang di dunia mengalami skizofrenia. Prevalensi skizofrenia di Indonesia pada tahun 2018 diestimasikan sebesar 1,8 per 1000 penduduk. Presentasi Kasus: seorang wanita 67 tahun dengan perawatan diri buruk mengeluh merasa bingung dan sumpek. Jawaban pasien tidak nyambung ketika diajak berbicara (inkoherensi). Pasien mendengar suara-suara yang tidak terlihat sumbernya. Menurut keterangan kerabat dan perangkat desa, pasien sering merusak tanaman warga dan membuat warga sekitar menjadi takut dan resah. Sudah sejak 25 tahun yang lalu sejak suaminya meninggal, pasien menjadi murung, menarik diri dari lingkungan, dan suka mengumpulkan barang-barang bekas. Gejala-gejala tersebut terjadi kambuh-kambuhan hampir setiap bulan. Pasien dirawatinapkan untuk pertama kalinya selama 7 hari di rumah sakit dan mengalami perbaikan dalam berkomunikasi serta perilaku gaduh gelisahnya berkurang sehingga kemudian pasien dipulangkan. Kesimpulan: Pasien didiagnosis skizofrenia tak terinci. Peran dan dukungan keluarga diperlukan agar pasien mendapatkan pengobatan yang teratur.
Seorang Laki-Laki Berusia 15 Tahun dengan Dermatitis Kontak Alergi dan Tinea Corporis R. Annisa Wildani; Aris Cahyono
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis kontak alergi (DKA) adalah suatu proses peradangan kulit yang disebabkan oleh alergen. Tinea corporis adalah infeksi dermatofita superfisial pada kulit yang tidak berambut. Seorang laki-laki berusia 15 tahun datang ke poliklinik kulit dan kelamin RSUD Harjono Ponorogo dengan keluhan kemerahan yang disertai rasa gatal dan pengelupasan pada telapak kaki. Keluhan dirasakan petama kali sejak 5 bulan yang lalu. Keluhan kambuh-kambuhan. Pasien rutin berobat ke poliklinik kulit dan kelamin sebelumnya. Pasien juga mengeluhkan gatal pada lengan dan bokong. Gatal dirasakan terus menerus dan bertambah gatal saat pasien berkeringat. Pada awalnya terdapat bercak merah bulat pada daerah tersebut dan terasa sangat gatal, namun semakin hari bercak kemerahan semakin melebar hingga warna berubah menjadi merah kehitaman. Pekerjaan pasien adalah peternak, pasien setiap hari mencari rumput untuk pakan ternak dan kadang tidak memakai alas kaki. Pasien kemudian didiagnosis Dermatitis Kontak Alergi dan Tinea Corporis berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik regio plantar didapatkan adanya makula eritematosa batas tidak jelas dengan skuama, sedangkan pada ekstremitas didapatkan adanya makula hiperpigmentasi berbatas jelas dan didapatkan central healing disertai tepi aktif yang meninggi. Penatalaksanaan DKA dapat diberikan Kortikosteroid topikal dan antihistamin generasi kedua. Pada Tinea corporis dapat diberikan antifungi oral dan topikal serta diedukasi pentingnya menjaga kebersihan diri.