Andri Nurdiyana Sari
RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Seorang Wanita 50 Tahun dengan Demensia Vaskular: Laporan Kasus Cindy Nur Alifah; Fena Auliany; Andri Nurdiyana Sari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demensia vaskular merupakan penurunan fungsi kognitif serta kemunduran fungsional yang disebabkan oleh penyakit serebrovaskuler, seringkali stroke hemoragik dan iskemik, juga dapat disebabkan oleh penyakit substansia alba iskemik atau sekuale dari hipotensi atau hipoksia. Faktor risiko demensia vaskular antara lain yaitu usia, hipertensi, diabetes, dan riwayat merokok. Pada tahun 2010 angka penderita demensia diperkirakan mencapai 35,6 juta orang. Di Indonesia pada tahun 2006, dari 20 juta orang lanjut usia diperkirakan satu juta orang penderita demensia. Selain itu, berdasarkan jenis kelamin, prevalensi wanita lebih banyak tiga kali dibandingkan laki laki. Kasus yang akan dibahas dalam artikel ini adalah seorang wanita 50 tahun yang merasa linglung dan bicara ngelantur sejak 3 minggu yang lalu. Pasien mengeluh banyak pikiran serta suasana hati sedih dan tak tenang. Meskipun demikian, menurut keterangan keluarga pasien masih dapat aktivitas sehari-hari namun mudah lupa apabila sudah mengerjakan sesuatu. Menurut hasil pemeriksaan pasien terdapat riwayat hipertensi dengan tekanan darah 140/80 dan diabetes dengan hasil GDA 395. Sedangkan dari hasil CT-Scan didapatakan sub acute infarc cerebri corona radiata sinistra.
Seorang Pria 28 Tahun dengan Gangguan Psikotik Akibat Penggunaan Zat Psikoaktif : Laporan Kasus Rahmi Izzati Salsabila; Andri Nurdiyana Sari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (PPK UI) Tahun 2017, tren prevalensi penyalahgunaan Narkoba Tahun 2017 sebesar 1,77% atau sekitar 3.376.114 orang menyalahgunakan Narkoba. Penyalahgunaan zat psikoaktif diluar indikasi medis dapat menyebabkan gangguan kesehatan secara fisik, psikis dan fungsi sosial. Efek psikotik yang bisa muncul seperti halusinasi visual dan pendengaran,delirium, delusi dan paranoid.. Pasien Tn.R berusia 28 tahun, dibawa keluarga karena mengamuk 3 hari sebelum masuk rumah sakit. Pasien membanting benda-benda di sekitarnya. Ia merasa emosi dan tidak bisa mengendalikan diri. Ia merasa mendengar bisikan dan melihat hal gaib. Tn. R mengaku pernah menggunakan zat dextromethorpan, alkohol, dan merokok. Dari hasil pemeriksaan status mental didapatkan hasil yang bermakna berupa : Hilangnya fungsi peran pemanfaatan waktu luang dan sosial yang menimbulkan hendaya. Aksis I : F 19.5 gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat multiple dan penggunaan zat psikoaktif lainnya dengan gangguan psikotik. Aksis II : F60.2 Disosial. Aksis III : tidak didapatkan, Aksis IV : masalah sosial dan Aksis V : 40-31.
Efektifitas Psikoterapi dan Antipsikotik pada Pasien Skizofrenia Tak Terinci dengan Gangguan Kepribadian Paranoid Lidya Goprani Umar; Ulal Azka Alfiyatur Rohmaniyah; Andri Nurdiyana Sari
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan jiwa psikotik dengan onset lebih dari satu bulan dengan distorsi proses pikiran, persepsi, daya nilai dan realita. Patofisiologi skizofrenia belum sepenuhnya dipahami dan bersifat multidimensional. Studi ini dilakukan pada pria usia 39 tahun yang dibawa ke IGD oleh keluarganya dengan setelah mengamuk tanpa alasan yang jelas. Pasien tersebut didiagnosis skizofrenia tak terinci dengan episode remisi tidak sempurna dan gangguan kepribadian paranoid dan dirawat di bangsal kesehatan jiwa sejak 14 hingga 23 Juli 2022. Keadaan pasien membaik setelah diberikan farmakoterapi injeksi antipsikotik kerja cepat pada hari pertama, antipsikotik peroral, dan antikolinergik peroral serta psikoterapi berupa terapi dialog pada hari berikutnya hingga dinyatakan pulang. Pasien telah rutin menjalani perawatan kesehatan jiwa sejak tahun 2007 dengan keluhan serupa dan sebelumnya telah menjalani rawat inap sebanyak 3 kali pada bulan April, Mei dan Juni di tahun 2022. Episode psikotik primer terjadi saat pasien berusia 21 tahun, disertai dengan perubahan perilaku serta hendaya fungsional yang berat. Hasil aloanamnesis dengan saudara pasien menunjukkan stressor psikososial berupa kegagalan untuk melanjutkan pendidikan akibat permintaan orang tua untuk bekerja. Studi ini menunjukkan bahwa maladaptasi mekanisme pembelaan diri pada stresor psikososial menjadi salah satu predisposisi gangguan psikotik. Oleh karena itu, kombinasi antara terapi antipsikotik dan psikoterapi mampu memperbaiki gejala residual dan meningkatkan kualitas hidup pasien.