Mila Cahya Utami
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Laki-Laki 70 Tahun Dengan Ca Paru dan Pneumonia Dextra: Laporan Kasus Fena Auliany; Mila Cahya Utami; Mellisa Kusuma; K Krisbiyanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kanker paru (ca paru) menyebabkan kematian sekitar 26-29% di seluruh dunia. Manifestasi klinis ca paru berdasarkan organ yang terkena. Pneumonia merupakan salah satu komplikasi ca paru. Studi Kasus: seorang laki-laki berumur 70 tahun datang dengan keluhan nyeri dada sejak 1 minggu yang lalu. Keluhan penyerta berupa batuk berdahak warna putih dan kaki yang tidak bisa digerakan. Pada pemeriksaan inspeksi didapatkan pergerakan nafas dada kanan tertinggal. Pemeriksaan palpasi didapatkan fremitus raba dada kanan yang meningkat. Pemeriksaan perkusi didapatkan suara redup pada hemithoraks kanan. Hasil pemeriksaan auskultasi didapatkan suara dasar vesikular menurun diparu kanan, fremitus vokal dada kanan meningkat dan didapatkan suara ronkhi dibasal paru kanan. Hasil pemeriksaan foto thorax AP tampak perselubungan dan massa dihemithoraks dextra, CT-Scan menunjukan adanya massa solid dengan ukuran 5×6×6 cm dibagian paru dextra dan pada pemeriksaan darah lengkap menunjukan lekositosis. Kesimpulan: Pasien didiagnosis Ca paru dan pneumonia dextra. Penatalaksanaan utama pasien diberikan terapi paliatif untuk memaksimalkan kualitas hidupdan antibiotik levofloxacin 500 mg untuk mengatasi infeksi.
Seorang Laki-Laki 44 Tahun dengan Othematoma (Hematoma Aurikula): Laporan Kasus Mila Cahya Utami; Serafika Permoni Putri Manyakori; Muhammad Izaz Imtiyaz Yumna
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hematoma aurikula merupakan keadaan terkumpulnya darah pada ruang antara perikondrium dan kartilago telinga. Hematoma aurikula umumnya terjadi akibat trauma tumpul yang berhubungan dengan olahraga kontak, kecelakaan, atau kekerasan. Pasien dengan hematoma aurikula biasanya datang ke fasilitas kesehatan dengan gejala pembengkakan pada telinga yang terkadang bisa disertai nyeri berdenyut ringan sampai sedang. Dalam kasus ini dilaporkan pasien datang ke Poli THT RSUD Dr. Harjono S. Ponorogo dengan keluhan terdapat pembesaran pada daun telinga sebelah kiri sejak 3 minggu. Pasien mengaku jika pada daun telinga kiri tersebut terasa nyeri, panas dan mengganjal. Pasien dilakukan pemeriksaan THT-KL, didapatkan bentuk aurikula sinistra yang abnormal dan didapatkan adanya edema. Temuan pemeriksaan fisik pada hematoma aurikular meliputi: ketidakteraturan kontur telinga, pembengkakan dan area berfluktuasi di atas bagian tulang rawan telinga. Hematoma umumnya ditemukan antara heliks dan antiheliks, dapat menyebar pada fossa antiheliks. Penatalaksanaan hematoma aurikula meliputi insisi drainage dengan tekan bebat dengan teknik bolster. Hematoma aurikula dapat sembuh dengan baik dan jarang menimbulkan gejala sisa apabila terapi dilakukan adekuat dan segera.