S Sudarmanto
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Anak Perempuan Usia 14 Tahun dengan Thalasemia 14-Year-Old Girl with Thalasemia Zakaha Rachmadhani; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalasemia merupakan penyakit keturunan yang mempengaruhi proses pembuatan hemoglobin (Hb), khususnya rantai globin. Transfusi Thalasemia dapat dikategorikan sebagai berat, sedang, atau ringan sesuai dengan tingkat keparahan Thalasemia. Gejala klinis, kelainan, waktu antara konsepsi dan pelahiran, dan awitan semuanya berperan dalam kategori ini. Thalasemia dapat dibagi menjadi dua subtipe yang berbeda pada tingkat genetik dan molekuler: yang pertama disebut Thalasemia, dan yang kedua disebut Thalasemia. Tanpa gejala hingga memiliki gejala yang sangat parah mungkin merupakan indikator klinis penyakit. Pasien Thalasemia memiliki cacat genetik yang mengarah pada pengembangan rantai globin yang salah, yang mempercepat lisis eritrosit. Anemia biasanya berkembang pada pasien dengan gangguan thalamic sebagai akibat dari operasi ini. Seorang anak perempuan 14 tahun datang dengan keluhan utama pucat dan lemas. Keadaan umum pasien tampak pucat dan lemah. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan suhu 36 oC, denyut jantung 100x/menit, Respiration rate 24x/menit, SpO2 98%, tekanan darah 110/80 mmHg. Kesadaran pasien didapatkan compos mentis (E4V5M6). Pada pemeriksaan status generalis kepala tampak Facies cooley (+). Tampak konjungtiva anemis (+/+).Pada pemeriksaan penunjang darah lengkap didapatkan hasil HB 6,5. Tatalaksana yang diberikan pada penderita thalsemia adalah transfus darah rutin berdasarkan kebutuhan pasien dan kelasi besi.
Diagnosis dan Tatalaksana Bronkopneumonia pada Bayi Laki-Laki Berusia 2,5 Bulan Dyah Farida Inli; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bronkopneumonia adalah peradangan pada paru-paru yang dapat mengenai satu atau beberapa lobus paru, yang ditandai dengan adanya bercak-bercak infiltrate disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, maupun benda asing. Pasien bayi laki laki, berusia 2,5 bulan, datang dengan keluhan batuk berdahak sejak 4 hari terutama pada malam hari hingga anak sulit tidur dan rewel. Keluhan juga disertai dengan demam naik turun sejak 3 hari, pilek (+), nafsu makan menurun (+), anak lemas dan tidak aktif. Pada pemeriksaan fisik keadaan umum tampak sesak napas, kesadaran compos mentis, pernafasan 36x/menit, nadi 130x/menit, suhu 37,4°C, SpO2 94%, BB 8 kg, TB 90 cm, sianosis bibir (+), napas cuping hidung (+). Pemeriksaan thoraks didapatkan suara napas vesikuler (+/+) ronkhi kasar di basal (+/+), jantung dalam batas normal. Pasien didiagnosis sebagai bronkopneumonia, dengan penatalaksanaan yaitu infus RL 10 gtt/menit, oksigenasi nasal kanul 0,5-1 L/menit, injeksi cefotaxime 3x200mg, dexamethasone 3x1/4mg, santagesik 3x30mg, dan peroral sanmol 3x0,3 ml. Prognosis pasien ini secara umum dubia. Simpulan, pengobatan yang tepat memberikan respon baik pada bronkopneumonia yang ditandai dengan perbaikan klinis yang cepat dan masa rawat yang singkat.
Seorang Anak Laki-Laki Usia 4 Tahun dengan Infeksi Saluran Kemih Syahrul Arsyadani; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi yang sering terjadi pada anak dan disebabkan oleh mikroorganisme, terutama bakteri, dalam jumlah bermakna di dalam saluran kemih. Bakteri gram negatif E. coli merupakan penyebab tersering ISK pada anak yang diikuti oleh Proteus, Klebsiella, Enterobacter, dan Pseudomonas. Pertumbuhan bakteri yang mencapai >100.000 unit koloni per ml urin segar pancar tengah (midstream urine) pagi hari, digunakan sebagai batasan diagnosis ISK. Komplikasi yang dapat terjadi pada kasus infeksi saluran kemih antara lain ; pielonefritis akut, sistitis akut, abses ginjal, abses perirenal, prostatitis, epididymitis.