Yudi Eko Prasetyo
RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Seorang Laki-Laki Usia 43 Tahun dengan Ulkus Pedis Wagner IV Et Causa DM Type 2 Muhammad Nafi' RA; Yudi Eko Prasetyo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2022: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Synaps
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ulkus pedis merupakan salah satu komplikasi tersering pada penderita diabetes melitus. Ulkus pedis dibagi menjadi beberapa klasifikasi menurut Wagner yaitu mulai dari derajat 0 (tidak ada ulkus namun berisiko) hingga derajat V (Gangren pada seluruh pedis). Anamnesis mengerucut pada faktor risiko dan riwayat penyakit pada pasien. Faktor risiko terjadinya ulkus pedis akibat adanya angiopati dan neuropati pada penderita diabetes melitus. Angiopati menyebabkan tidak terjadinya suplai vaskularisasi yang optimal pada bagian distal tubuh dalam hal ini adalah kaki (pedis) sehingga luka akan lebih mudah melebar dan terjadi infeksi, neuropati menyebabkan keluhan kesemutan, kebas (hipoasthesia) hingga anasthesia sehingga luka baru akan diketahui ketika sudah melebar, ditambah akan menyebabkan sulitnya regenerasi jaringan yang rusak. Studi terbaru menunjukan angka kejadian ulkus pedis pada penderita diabetes melitus sebesar 15% dari keseluruhan penderita diabetes melitus. Penatalaksanaan ulkus pedis berupa mengobati penyakit yang mendasari yaitu dengan mengontrol gula darah dengan obat antidiabetes, kontrol luka, debridemen hingga dilakukan amputasi. pada laporan kasus ini akan membahas Seorang laki-laki usia 43 tahun dengan ulkus pedis wagner IV et causa dm type 2 yang dilakukan amputasi transcruris atas indikasi klinis dan radiologis.
Combustio Grade III et Causa Bunga Api (Petir): Sebuah Laporan Kasus Zhela Fatin Fatiha; Yudi Eko Prasetyo
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka bakar merupakan suatu jenis trauma dengan morbiditas dan mortalitas tinggi yang memerlukan penatalaksanaan khusus sejak awal (fase syok) sampai fase lanjut. Luka akibat petir jarang terjadi tetapi berpotensi serius dan mengancam jiwa. Sambaran petir langsung jarang terjadi tetapi sering fatal, melibatkan sekitar 5% dari peristiwa sambaran. Sambaran petir adalah peristiwa yang kompleks yang dapat mengakibatkan spektrum luas luka dari trauma tumpul hingga henti jantung paru. Perawatan dan perhatian khusus harus dilakukan saat mengevaluasi korban sambaran petir. Kami menyajikan seorang wanita berusia 36 tahun yang terkena kembang api (petir) saat mengandarai sepeda motor. Pasien datang ke IGD dengan keaadaan tidak sadar penuh, muntah, terdapat luka bakar berwarna putih sekitarnya kemerahan tidak nyeri dan disertai bulla pada regio punggung. Hari kedua perawatan pasien mengeluhkan telinga berdengung dan muntah-muntah. Selain luka bakar, kami mewaspadai adanya gangguan pada jantung dan organ lainnya di regio kepala, sehingga perlunya pemeriksaan lebih lanjut dan perawatan intensif kepada pasien.