Musrifah Budi Utami
RSUD Kabupaten Karanganyar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Laki-Laki Usia 47 Tahun dengan Hepatoma Et Causa Hepatitis B Kronis: Laporan Kasus Sagita Elsha Vony; Musrifah Budi Utami
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma hepatoseluler atau hepatoma adalah keganasan pada hepatosit dimana stem sel dari hati berkembang menjadi massa maligna yang dipicu oleh adanya proses fibrotik maupun proses kronik dari hati (cirrhosis). Massa tumor ini berkembang di dalam hepar, di permukaan hepar maupun ekstrahepatik seperti pada metastase yang jauh. Laporan kasus ini menggambarkan seorang laki-laki 47 tahun dengan keluhan perut membesar, keluhan sudah dirasakan sejak 2 bulan terakhir, perut terasa penuh sehingga saat makan porsi sedikit sudah terasa kenyang. Perut yang terasa penuh dan membesar membuat pasien kadang merasa sesak yang bersifat hilang timbul dan tidak dipengaruhi aktivitas, serta mengeluhkan buang air kecil dalam jumlah yang sedikit dan berwarna seperti teh. Pemeriksaan imunologi didapatkan HbsAg reaktif. Pemeriksaan USG didapatkan hepatomegaly disertai multiple lesisolid membulat batas tepi sebagian irregular, non-uniform pada lobus kanan hepar curiga nodul metastasis DD massa hepar dengan multiple satelit nodul. Pada laporan kasus ini mengarah pada diagnosis hepatoma et causa hepatitis B kronis.
Seorang Laki-Laki 79 Tahun dengan Cardiorenal Syndrome, Bronkopneumonia, dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis Eksaserbasi Akut Yasmindra Caroline Purdiatmaja; Musrifah Budi Utami
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jantung dan ginjal berinteraksi erat untuk menjaga stabilitas hemodinamik dan perfusi organ. Sindrom kardiorenal mencakup spektrum gangguan yang melibatkan jantung dan ginjal, di mana disfungsi akut atau kronis pada satu organ dapat menyebabkan disfungsi akut atau kronis pada organ lainnya. Pasien Tn. MW berusia 79 tahun datang ke RSUD Kabupaten Karanganyar dengan keluhan sesak di dada. Selain sesak, pasien juga mengeluhkan batuk dan bengkak pada kedua tungkai. Keluhan dialami setelah pasien tidak rutin kontrol dan tidak minum obat selama 2 bulan. Cardiorenal syndrom menggambarkan pasien disfungsi ginjal hingga gagal jantung kronik, kelompok pasien ini memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas tinggi. Hemodinamik, neurohormonal serta aktivasi simpatis sistem jantung dan ginjal yang berlebihan menyebabkan mekanisme dua arah yang mengurangi fungsi kedua sistem organ. Pemahaman menyeluruh tentang patofisiologi, manifestasi, dan hubungan antara sistem ginjal dan kardiovaskular penting untuk diagnosis dini. Ketepatan terapi akan menjadikan masa perawatan lebih efektif dan lama rawat inap lebih singkat. Pendekatan multidisiplin yang melibatkan ahli jantung dan ahli ginjal sangat penting. Prognosis kelima subtipe tidak seragam, sangat tergantung pada proses penyakit yang mendasarinya.
Laki-Laki Berusia 71 Tahun dengan Diabetic Kidney Disease Stage IV dan TB Paru terkonfirmasi Bakteriologis Mega Cantik Mutiara Cahaya; Musrifah Budi Utami
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal diabetik (Diabetic Kidney Disease, DKD) adalah komplikasi serius dari diabetes mellitus yang mempengaruhi fungsi ginjal dan berpotensi mengarah pada gagal ginjal kronis. Pathogenesis DKD melibatkan berbagai mekanisme, termasuk stres oksidatif, inflamasi, dan disfungsi endotelial, yang berkontribusi pada perubahan morfologi ginjal seperti glomerulosklerosis dan hipertrofi tubulus. Diagnosa awal dan penanganan yang tepat sangat penting untuk memperlambat perkembangan penyakit dan mengurangi risiko komplikasi lebih lanjut. Intervensi terapeutik meliputi pengelolaan glikemik, kontrol tekanan darah, dan penggunaan obat-obatan seperti inhibitor ACE atau ARB. Penelitian terkini terus mengeksplorasi terapi baru dan strategi pencegahan untuk meningkatkan hasil bagi pasien dengan DKD. Pendekatan yang komprehensif terhadap pencegahan dan pengelolaan DKD sangat penting untuk mengurangi beban penyakit ini pada individu dan sistem kesehatan global. Tn. S berusia tujuh puluh satu tahun datang ke IGD RSUD Karanganyar dengan keluhan lemas sejak menyuntikkan insulin pagi hari. Dokter melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang untuk diagnosis pasien dan melakukan terapi sesuai prosedur dokter dan berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain untuk menangani pasien seperti perawat, petugas laboratorium, dan petugas radiologi.