Dian Prasetyawati
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asites pada Hepatocelluler Stadium IV A dengan CTP-C Carcinoma ET Causa Hepatitis B: Laporan Kasus Aulia Siti Fatimah; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Asites adalah penimbunan cairan secara abnormal di rongga peritonium yang terjadi melalui 2 mekanisme dasar yaitu transudasi dan eksudasi. Hepatits B dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis bahkan menjadi hepatocelluler carcinoma. Hepatocelluler carcinoma adalah kanker hati yang paling umum dan penyebab utama kematian secara global. Tujuan: Menegakkan diagnosis hepatocelluler carcinoma stadium IV A dengan CTP-C et causa hepatitis B pada pasien dengan asites dan tatalaksana primer untuk memperbaiki keadaan umum pasien. Metode: Mengobservasi dan memantau perkembangan penyakit hepatocelluler carcinoma stadium IV A dengan CTP-C et causa hepatitis B. Ringakasan Hasil: Laporan kasus ini menggambarkan laki-laki 44 tahun dengan keluhan perut membesar dan teraba keras sejak 1 bulan terakhir, sesak nafas sejak 1 minggu terakhir, penurunan nafsu makan dan penurunan berat badan sejak 2 bulan terakhir, kencing seperti air teh, feses hitam dan lengket. Pemeriksaan imunologi didapatkan HbsAg reaktif. Pemeriksaan foto thorax PA pada pasien adanya efusi pleura dextra. Pemerikssan USG didapatkan hepatitis kronis, asites, sludge gall bladder, efusi pleura dextra. Pemeriksaan tumor marker didapatkan peningkatan AFP (44.43). Pemeriksaan MSCT abdomen 3 dimensi adanya gambaran hepatocelluler carcinoma. Kesimpulan: Pada laporan kasus ini, didapatkan dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang mengarah pada diagnosis hepatocelluler carcinoma stadium IV A dengan CTP-C et causa hepatitis B.
Perempuan 68 Tahun dengan Autoimmune Hemolytic Anemia (AIHA): Laporan Kasus Salsabila Nurussyifa; Dian Prasetyawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Autoimmune hemolytic anemia (AIHA) adalah sebuah kelainan yang jarang dan dikarakteristikkan dengan adanya proses hemolisis oleh reaksi autoantibodi yang menyerang langsung sel darah merah penderita. Pasien AIHA umumnya datang dengan keluhan pucat, lemah, perubahan warna urin menjadi gelap dan disertai demam. Bila lebih berat dapat ditemukan hiperbilirubinemia, nyeri perut dan gejala gagal jantung. Splenomegali dan hepatomegali juga sering ditemukan. Pemeriksaan penunjang darah lengkap dilakukan tanggal 19 Desember 2022 didapatkan hemoglobin yang rendah yaitu 4,6 g/dL, hematokrit yang rendah yaitu 12,1%, lekosit rendah 3,0 x 103/μL, trombosit yang rendah yaitu 149 x 103/μL, MCV tinggi 108,0 fL, MCH tinggi 41,1 pg, eritrosit rendah yaitu 1,12 x 103/μL, dan limfosit rendah yaitu 12%. Pemeriksaan darah tepi dilakukan tanggal 20 Desember 2022 yang didapatkan kesimpulan Observasi Pansitopenia dengan gambaran Anemia curiga e/c Proses Hemolitik : AHA (Anemia Hemolitik Autoimun) disertai adanya proses inflamasi e/c infeksi bacterial dan pemeriksaan crossmatch reaction didapatkan mayor 2+ dan minor 3+. Dilakukan juga pemeriksaan HbSAg dan didapatkan hasil reaktif. Setelah diagnosis ditegakkan dilakukan tatalaksana tirah baring, pemberian cairan, dan terapi medika mentosa.