Wanda Emdia Almansyah
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Bahaya Covid-19, Kepatuhan Protokol Kesehatan dan Kesediaan Divaksin di Masa Awal Distribusi Vaksin Covid-19, Perspektif Health Belief Model Yusuf Alam Romadhon; Naura Salsabila; Wanda Emdia Almansyah
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gaster
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: kesediaan divaksin pada sebagian besar populasi mempunyai peran penting dalam ketercapaian herd immunity sebagai upaya penanggulangan pandemic Covid-19. Health belief model (HBM) merupakan suatu pendekatan untuk memahami bagaimana agar orang terlibat dalam kegiatan vaksinasi Covid-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengevaluasi hubungan antara persepsi bahaya Covid-19, kepatuhan protokol kesehatan dengan kesediaan divaksin di masa awal distribusi vaksin Covid-19, dengan pendekatan HBM. Metode: penelitian potong lintang mengevaluasi persepsi bahaya covid-19, kepatuhan protokol kesehatan dan kesediaan divaksin dilakukan bulan Januari – Februari 2021. Hasil: sebanyak 1010 responden terlibat dalam penelitian ini. Secara berurutan rerata (SD) dan nilai p persepsi bahaya dan kepatuhan protokol pada mereka yang ragu/tidak bersedia vs bersedia: 7.49 (2.43) vs 8.70 (1.84); p=0.000 dan 8.16 (1.88) vs 8.75 (1.42) p= 0.000. Kesimpulan: persepsi bahaya dan kepatuhan protokol kesehatan pada mereka yang ragu/tidak bersedia secara statistic sangat signifikan lebih rendah dibandingkan yang bersedia.
Laporan Kasus: Seorang Anak Laki-Laki Usia 6 Tahun dengan Diare Cair Akut disertai Dehidrasi Ringan-Sedang Wanda Emdia Almansyah; Isna Nurhayati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diare akut adalah buang air besar yang terjadi lebih dari 3 kali dalam 24 jam dengan perubahan konsitensi tinja menjadi cair dengan atau tanpa lendir dan darah yang berlangsung kurang dari satu minggu. Episode diare dibedakan menjadi akut dan persisten atau diare kronis berdasarkan durasinya. Diare akut adalah diare yang berlangsung kurang dari 14 hari, sementara diare persisten atau diare kronis adalah diare yang berlangsung lebih dari 14 hari. Cara penularan diare pada umumnya melalui fekal oral yaitu melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh enteropatogen, atau kontak langsung tangan dengan penderita atau barang-barang yang telah tercemar tinja penderita atau tidak langsung melalui lalat. Faktor risiko lainnya adalah makanan yang tidak higienis, tempat penyimpanan makanan dingin yang kurang, kontak makanan dengan lalat, dan mengkonsumsi air minum yang tercemar. Terapi dilakukan sesuai lintas diare dengan pemberian cairan rehidrasi dilanjutkan dengan maintenance, zinc, meneruskan nutrisi melalui makanan yang bergizi, dan membrikan nasihat kepada keluarga. Berdasarkan laporan kasus ini, diketahui seorang anak laki-laki usia 6 tahun 5 bulan datang ke IGD RSUD Ir. Soekarno Kabupaten Sukoharjo dengan diare cair akut disertai dehidrasi ringan-sedang.