R Rusmawati
RS PKU Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Malaria Plasmodium Vivax di RS PKU Muhammadiyah Surakarta Restiana Nugraheni Kusumastuti; R Rusmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Malaria adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh parasit Plasmodium, yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Terdapat 5 spesies parasit yang menyebabkan malaria pada manusia, dan 2 dari spesies ini Plasmodium falciparum dan Plasmodium vivax merupakan ancaman terbesar. World Health Organization menyatakan bahwa menurut laporan Malaria dunia, 241 juta kasus malaria pada tahun 2020. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan jumlah kasus malaria di Indonesia pada tahun 2021 sebesar 304.60. Ilustrasi Kasus: Seorang anak perempuan berusia 15 tahun 11 bulan datang dengan keluhan nyeri kepala disertai demam sejak 6 hari sebelum masuk rumah sakit. Keluhan lain seperti menggigil, pucat, akral dingin, nyeri perut, sesak, muntah dan makan tidak enak. Diagnosis malaria ditegakkan dari pemeriksaan hapusan darah tebal, pemeriksaan antigen parasit malaria dengan rapid test dimana ditemukan adanya Plasmodium vivax. Diskusi: Berdasarkan data epidemiologi Kota Surakarta dan Kabupaten Karanganyar bukan termasuk daerah endemis malaria. Sehingga kasus ini unik dan harus menjadi perhatian Dinas Kesehatan maupun instansi pemerintahan setempat, serta masyarakat sekitar.
Kejang Demam Kompleks pada Anak dengan Global Developmental Delay dan Gizi Kurang sebagai Faktor Risiko Klinis Putri Dwi Anggreheni; R Rusmawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kejang demam kompleks merupakan kondisi neurologis pada anak yang memiliki risiko kekambuhan lebih tinggi serta potensi gangguan neurologis jangka panjang, terutama disertai faktor risiko klinis tertentu. Dilaporkan seorang anak laki-laki usia tiga tahun sebelas bulan yang datang dengan keluhan kejang berulang disertai demam tinggi hingga 39,5°C. Kejang pertama bersifat tonik-klonik general dan berlangsung kurang dari lima menit, kemudian diikuti episode kejang fokal pada ekstremitas kanan beberapa jam setelahnya. Pasien memiliki riwayat kejang demam sebelumnya serta riwayat keluarga dengan kejang. Pemeriksaan klinis dan penunjang menunjukkan infeksi saluran napas atas sebagai pencetus demam, dengan respons inflamasi akut tanpa tanda keterlibatan sistem saraf pusat. Evaluasi tumbuh kembang mengungkap adanya global developmental delay pada berbagai domain perkembangan serta status gizi kurang, yang diduga berperan dalam kompleksitas dan kekambuhan kejang. Pasien mendapatkan terapi antipiretik, antibiotik sesuai sumber infeksi, serta antiepilepsi sebagai profilaksis kejang. Selama perawatan, kondisi klinis membaik tanpa kejang ulang, dan pasien dipulangkan dengan rencana tindak lanjut neurologi, terapi wicara, terapi okupasi, serta intervensi nutrisi terarah. Kasus ini menegaskan pentingnya pendekatan komprehensif dalam penatalaksanaan kejang demam kompleks dengan mempertimbangkan gangguan perkembangan dan status gizi sebagai faktor risiko klinis yang dapat memengaruhi luaran jangka panjang anak. Pendekatan multidisiplin diperlukan untuk mencapai hasil klinis yang optimal.