Nur Alfi Khoirul Fajriati
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Craquele Eczema pada Wanita 75 Tahun dengan Diabetes Mellitus Tipe 2: Sebuah Laporan Kasus Nur Alfi Khoirul Fajriati; Flora Ramona Sigit Prakoeswa; Ratih Pramuningtyas
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Craquele eczema atau asteatotic eczema merupakan kondisi kekeringan kulit (xerosis) disertai gangguan sawar kulit akibat hilangnya kandungan air dalam stratum korneum yang ditandai dengan garis halus, skuama, dan gatal. Kondisi ini umum terjadi pada pasien geriatri dan memiliki predileksi biasanya di tungkai kaki. Penyebabnya multifaktorial, bisa karena penurunan aktivitas kelenjar sebaseus dan keringat, perubahan komposisi lipid, kondisi sistemik, penyakit autoimun, malnutrisi, dan lain-lain. Pada kasus ini dilaporkan seorang wanita bernama Ny. J, 75 tahun datang dengan keluhan kulit merah, gatal, pecah-pecah, dan perih di bagian kedua tungkai kaki bawah bagian depan dan punggung kaki sejak 5 hari lalu. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus dan sedang mengonsumsi obat rutin. Pelembab, kortikosteroid, antibiotik, dan antihistamin diberikan dalam kasus ini. Penatalaksanaan kasus ini ditujukan untuk mengembalikan kelembaban pada kulit. Pelembab menjadi kunci utama pengobatan kondisi ini karena akan membantu melindungi sawar kulit yang telah rusak dan menghidrasi kulit sehingga kondisi tidak semakin berat. Pemberian kortikosteroid dan antibiotik membantu meredakan inflamasi pada kulit serta mencegah infeksi sekunder.
Pendekatan Dokter Keluarga pada TB Paru Aditya Nur Rahman; Nur Alfi Khoirul Fajriati; Restiana Nugraheni Kusumastuti; Raden Roro Nadya Maureen; Burhannudin Ichsan; Kunari Mahanani
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit kronik menular yang menyerang pada bagian saluran pernafasan tubuh manusia dan disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kelompok kuman Mycobacterium biasa disebut sebagai Bakteri Tahan Asam (BTA)(Maharani et al., 2018). Manifestasi klinis TB menurut kemenkes yaitu ; Batuk ≥ 2 minggu, batuk berdahak, batuk berdahak dapat bercampur darah, dapat disertai nyeri dada, sesak napas. Dengan gejala lain meliputi: Malaise, penurunan berat badan, menurunnya nafsu makan, menggigil, demam, berkeringat di malam hari (Kemenkes, 2019). Berdasarkan Global Tuberculosis Report 2020 yang diterbitkan oleh WHO, diperkirakan pada tahun 2019 terdapat insidens kasus sebesar 8,9 sampai 11 juta jiwa (PDPI, 2021). Indonesia merupakan negara dengan peringkat ketiga setelah India dan Cina dalam kasus TBC paru. Prevalensi TBC paru di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah, diantaranya Sumatera 33%, Jawa dan Bali 23%, dan Indonesia bagian timur 44% (Hamidah et al, 2020). Kabupaten Sukoharjo merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah dengan angka penemuan kasus (CDR) yang masih sangat jauh dari target nasional sebesar 70%. CNR untuk seluruh kasus TB tahun 2014 sebesar 52,05 per 100.000 penduduk, tahun 2015 53,83 per 100.000 penduduk dan tahun 2016 sebanyak 50,79 per 100.000 penduduk (Putri et al, 2018). Berdasarkan data dan permasalahan di atas, penulis tertarik melakukan upaya pendekatan kedokteran keluarga terhadap pasien dengan TB Paru untuk membantu mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh baik secara klinis personal, dan psikososial keluarga sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien.
Penyuluhan tentang Mengenal Manajemen Nyeri di Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah Surakarta Eka Prasetyawan; Raafika Studiviani; Shintia Suci Pratama Dewi; Indra Pradani Khumala; Nur Alfi Khoirul Fajriati; Dwi Advina Herdiyanti; Setyaning Putri; Lian Adhalia
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyeri adalah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan atau berpotensi menimbulkan kerusakan jaringan, atau keadaan yang menggambarkan kerusakan jaringan tersebut (Kemenkes, 2022). Nyeri sering kita temukan dalam kehidupan sehari – hari, apabila tidak tertangani dengan benar dapat menyebabkan keadaan yang tidak menguntungkan bagi pasien baik secara fisiologis, emosional, dan psikologis. (Kardewi, 2018). Strategi penatalaksanaan nyeri atau manajemen nyeri merupakan suatu tindakan mengurangi nyeri, yang dapat ditangani dengan manajemen farmakologi dengan obat- obatan anti nyeri dan nonfarmakologi (Kemenkes, 2022). Langkah yang digunakan dengan memberikan penyuluhan mengenai materi dan pretest-postest. Rata-rata jawaban benar pretest 55.7 dan posttest 86.57. Terdapat hasil peningkatan rerata soal benar pada hasil posttest. Oleh karena itu penyuluhan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan penanganan secara awal mengenai nyeri.