Nita Riski Amalia
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Paparan Asap Rokok dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Kecamatan Pasar Kliwon Kota Surakarta Nita Riski Amalia; Izzatul Arifah
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus tipe 2 merupakan penyakit yang muncul akibat terganggunya sistem metabolisme tubuh karena pola hidup. Pola hidup yang tidak sehat menjadi pencetus munculnya penyakit ini. Perokok pasif secara teoritis lebih berdampak buruk akibat terpapar asap rokok daripada perokok aktif. Kandungan yang terdapat di dalam asap rokok menimbulkan dampak buruk yang menjadi salah satu penyebab penyakit diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan paparan asap rokok dengan Diabetes Melitus tipe 2 di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta. Jenis Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan case control. Jumlah sampel kelompok kasus sebanyak 39 responden sedangkan jumlah sampel kelompok kontrol 39 responden. Penentuan sampel kelompok kasus ditentukan berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah dan Puskesmas Gajahan. Sedangkan penentuan kelompok kontrol dilakukan secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah teruji valid dan reliabel. Analisis data menggunakan Uji Chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan antara paparan asap rokok dengan kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Sangkrah dan Puskesmas Gajahan dengan (OR 2,054), (95% CI 0,179 – 23, 632), dan (p-value 1). Paparan asap rokok tidak berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2. Penelitian selanjutnya perlu dilakukan dengan meningkatkan kualitas pemilihan kelompok kontrol.
Pentingnya Kesehatan Mental dalam Pelaksanaan Posbindu di Kecamatan Kartasura Kabupaten Sukoharjo Widya Galih Puspita; Nita Riski Amalia; Alfida Aulia Rahma Firdausy Nurhaliza; Raihan Nafi Pramadhana; Anya Cahya Melati; Anisa Catur Wijayanti; Chayanita Sekar Wijaya
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mengenai posbindu penyakit tidak menular (PTM), riwayat penyakit tidak menular (PTM), dan status kesehatan mental di Desa Kertonatan, Desa Wirogunan, dan Desa Pucangan dengan metode distribusi frekuensi pada 300 responden dari total keseluruhan penduduk Desa Kertonatan, Desa Wirogunan, dan Desa Pucangan. Subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Kertonatan, Desa Wirogunan, dan Desa Pucangan yang berusia 15 - 60 tahun. Objek penelitian ini adalah Penderita penyakit tidak menular, tingkat pengetahuan mengenai posbindu PTM dan kesehatan mental masyarakat. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu pengambilan sampel dilakukan dengan sistem door to door, wawancara dengan responden menggunakan instrumen kuesioner Self Rating Questionnaire-20 (SRQ-20), dan kuesioner disusun dengan beberapa pertanyaan dengan menggunakan jenis pertanyaan yes or no question. Analisis data menggunakan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan (1) Karakteristik Subjek Penelitian, 300 responden dengan klasifikasi usia di Desa Kertonatan, Desa Wirogunan, dan Desa Pucangan sebagian besar berusia 46 – 55 tahun sebanyak 81 orang (27%). (2) Status riwayat dan status penderita Penyakit Tidak Menular (PTM), sebagian besar responden tidak memiliki riwayat penyakit tidak menular (PTM) yaitu sebanyak 182 orang (60,7%) dan responden yang menderita penyakit tidak menular (PTM) sebanyak 110 orang (36,7%). (3) Tingkat pengetahuan mengenai Posbindu PTM, sebagian besar responden dapat diklasifikasikan memiliki tingkat pengetahuan yang baik yaitu sebanyak 163 orang (54,3%). (4) Status kesehatan mental, sebagian besar responden memiliki status kesehatan mental normal sebanyak 179 orang (59,7%).