Retna Ika Suryaningrum
RSUD dr. Harjono Ponorogo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Seorang Laki-Laki Berusia 45 Tahun dengan Psoriasis Vulgaris: Laporan Kasus Meilita Tri Kurnia Dewi; Retna Ika Suryaningrum
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Psoriasis adalah kondisi peradangan kulit yang persisten dan berulang yang dapat menyerang individu dari segala usia. Penyakit ini dikenali dari plak merah yang ditutupi sisik tebal berwarna putih keperakan dengan tepi yang jelas. Lesi psoriasis biasanya muncul secara simetris, dengan preferensi pada area siku dan lutut, kulit kepala, daerah lumbosakral, daerah gluteal, dan genetalia. Laporan kasus ini merinci seorang lakilaki berusia 45 tahun, Tn. H, datang ke Klinik Kulit & Kelamin RSUP Dr. Harjono S. Ponorogo dengan gejala gatal-gatal dan bintik merah pada perut, kepala, dan kedua tungkai. Status dermatologis pada pasien menunjukkan pada bagian kepala, perut dan kedua tungkainya terdapat gambaran makula eritematus berbatas jelas diatasnya terdapat skuama tipis transparan. Pasien didiagnosis psoriasis vulgaris, pasien diberikan terapi methotrexate 2,5mg dua kali sehari, cetirizine 10mg dua kali sehari, salep desoximethasone 0,25% tiga kali sehari maupun diberikan edukasi terkait perawatan kulit yang sakit.
Seorang Perempuan 61 Tahun dengan Dermatitis Numularis: Laporan Kasus Niken Sari Oktafiani; Retna Ika Suryaningrum
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis numularis merupakan dermatitis dengan lesi lonjong atau berbentuk mata uang, berbatas tegas dengan efloresensi berupa papul vesikel, seringnya mudah pecah sehingga mudah basah. Penyakit ini sering mengenai laki-laki dibandingkan perempuan, sering pada usia 50-65 tahun. Penyebab pasti dermatitis numularis belum diketahui, namun diduga penyebabnya adalah Staphylococcus sp. dan Micrococcus sp. selain itu juga didahului oleh stress, trauma kimiawi dan fisik, kelembaban lingkungan yang rendah, minuman yang mengandung alkohol. Laporan kasus ini membahas seorang perempuan, Ny.K berusia 61 tahun dengan keluhan gatal pada kedua kaki sejak 2 bulan yang lalu disertai adanya bercak merah di kakinya. Status dermatologis pada pedis dextra dan sinistra didapatkan effloresensi berupa makula eritem berbentuk numular (coin lession) berbatas tegas, terdapat central healing, terdapat skuama tipis, pada tepi luka terdapat vesikel. Terapi yang diberikan ialah Methyl Prednisolon 2x8mg dan Loratadine 1x10 mg per Oral. Obat topikal yang diberikan antara lain pemberian Desoximetasone cream 0,25% dioleskan 2x sehari. Edukasi yang diberikan kepada pasien yaitu untuk menjaga hygene terutama didaerah lesi dan menggunakan pelembab untuk menjaga kulit agar tidak kering sehingga penyakit pasien tidak semakn parah.
Seorang Perempuan 40 Tahun dengan Lesi Vesikular Nyeri di Genitalia: Herpes Genitalis Eka Safitri; Retna Ika Suryaningrum
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herpes genitalis merupakan infeksi menular seksual yang paling sering disebabkan oleh Herpes Simplex Virus tipe 2 (HSV-2), ditandai dengan ulkus nyeri pada area genital yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien dan berisiko infeksi sekunder. Seorang perempuan berusia 40 tahun datang dengan keluhan luka gatal, nyeri, dan bernanah pada area genital sejak tiga hari, disertai demam. Pemeriksaan fisik menunjukkan vesikel multipel dengan dasar eritematosa dan eksudat purulen. Diagnosis ditegakkan sebagai herpes genitalis akibat infeksi HSV-2. Pasien diberikan mupirocin topikal untuk mencegah infeksi sekunder bakteri , serta pregabalin oral untuk mengatasi nyeri neuropatik yang mengganggu tidur dan kualitas hidup pasien. Selain itu, pasien diedukasi untuk menjaga kebersihan area genital, sering mengganti pakaian dalam, melakukan kompres NaCl setelah pembersihan, serta menghindari kelembaban. Perbaikan gejala dicapai setelah pengobatan dan perawatan suportif. Herpes genitalis HSV-2 memerlukan tatalaksana komprehensif tidak hanya dengan antivirus, tetapi juga terapi suportif seperti mupirocin untuk pencegahan infeksi sekunder dan pregabalin untuk nyeri neuropatik. Edukasi pasien mengenai kebersihan diri dan pencegahan penularan berperan penting dalam keberhasilan terapi.