Arsya Sakti Yudha
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Sosial Ekonomi, Persalinan, dan ASI Eksklusif pada Anak Stunting Usia 2-5 Tahun di Indonesia Indriyati Oktaviano Rahayuningrum; Hillary Rosyida; Muhammad Adnan; Arsya Sakti Yudha
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Thalam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting. Prevalensi stunting di Indonesia sebanyak 30,8%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 2-5 tahun di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder IFLS 5 yang merupakan survei kesehatan dan sosial ekonomi yang dilakukan secara longitudinal menggunakan metode sampling multistage dan desain cross-sectional. Besar sampel sebanyak 2.251 responden yang dianalisis menggunakan chi square dengan STATA 15.0. Hasil penelitian ini didapatkan prevalensi stunting sebesar 33,1%. Tingkat Pendidikan ayah (p<0,001), tingkat pendidikan ibu (p<0,001), status sosial ekonomi ayah (p<0,001), status sosial ekonomi ibu (p=0,001), dan persalinan dibantu tenaga medis (p<0,001) merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan stunting pada anak usia 2-5 tahun di Indonesia, secara statistik bermakna. Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa faktor sosial sosial ekonomi dan persalinan memiliki hubungan dengan stunting pada anak usia 2-5 tahun di Indonesia. Meskipun ASI eksklusif memiliki hubungan dengan stunting yang secara statistik tidak bermakna , namun manfaat ASI eksklusif bagi kesehatan anak telah terbukti di berbagai penelitian lainnya. Faktor tingkat pendidikan dan ekonomi orangtua serta pertolongan persalinan dapat menjadi pertimbangan bagi pemegang kebijakan dalam membuat program untuk mengatasi stunting di Indonesia.
Epstein–Barr Virus Circulating Tumor DNA (ctDNA) as a Biomarker in Nasopharyngeal Carcinoma: A Narrative Review Vemas Rifki Pradana; Dila Septianing Nugrahanifa; Arsya Sakti Yudha; Faza Ovita Balqis; Fadhil Emdian Nugraha; Safari Wahyu Jatmiko
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v7i1.26653

Abstract

Nasopharyngeal carcinoma (NPC) is a cancer with a characteristic distribution in East and Southeast Asia, including Indonesia, with an incidence of 4.7 cases per 100,000 population per year. Conventional diagnostic methods still have limitations because they are invasive, carry a risk of false negatives, and are not suitable for repeated monitoring. Liquid biopsy using Epstein-Barr virus circulating tumor DNA (EBV-ctDNA) offers great potential as a noninvasive biomarker for the diagnosis and management of NPC. This narrative review was conducted through a literature search on PubMed and Google Scholar (2020–2025) using keywords related to NPC, EBV-ctDNA, and liquid biopsy. Of the 314 articles identified, 14 publications were selected based on inclusion and exclusion criteria. The results showed that EBV-ctDNA has a sensitivity of up to 97% in detecting NPC and plays a role in early diagnosis, risk stratification, therapeutic response monitoring, and earlier recurrence detection compared to imaging modalities. Digital PCR and next-generation sequencing technologies improve detection accuracy and enable large-scale population screening applications. EBV-ctDNA has the potential to be a transformative biomarker with high sensitivity and specificity, supporting routine clinical implementation and personalized care for NPC, especially in endemic areas.