S Sudarmanto
RSUD dr. HARJONO S.

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Bayi Laki-Laki Usia 1,5 Bulan dengan Kolestasis Arif Setiawan; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolestasis merupakan hambatan aliran empedu yang menyebabkan terganggunya sekresi berbagai substansi yang seharusnya dieksresikan dari empedu ke duodenum, sehingga bahan-bahan tersebut tertahan di dalam hepar dan menimbulkan kerusakan hepatosit. Penyebab kolestasis neonatal bermacam-macam seperti atresia bilier, sepsis, dan nfeksi saluran kemih. Perjalanan dari penyakit ini bergantung pada etiologi yang mendasarinya. Prognosis bergantung pada deteksi dini dan penyebabnya, semakin dini ditemukan dan dilakukan tatalaksana maka prognosisnya akan jauh lebih baik. Dilaporkan salah satu kasus Kolestasis pada seorang bayi laki-laki berusia 1,5 bulan di RSUD Dr. Harjono Ponorogo. Diagnosis dari Kolestasis ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan suhu 36,6°C, denyut nadi 115 kali/menit, frekuensi napas 25 kali/menit, serta SpO2 97% dengan nasal canul 3 lpm. Dilakukan pemeriksaan darah lengkap pada pasien. Pasien dirawat di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Pasien diberikan terapi berupa infus D5 1/4 10 tpm, injeksi cefotaxime 3x100mg, injeksi Vit. K 1x1, injeksi lasik 1mg, puyer (Urdofac 1/10, Zinc 1/5, seques 1/5) 3x1.
Seorang Anak Perempuan Usia 4 Tahun dengan Benjolan pada Leher Kanan Hana Fadhilla; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limfadenopati cervicalis didefinisikan sebagai pembesaran nodus limfatikus cervicalis dengan diameter lebih dari 1 cm. Ketika limfadenopati disertai dengan nyeri, seringkali disebut sebagai limfadenitis. Jumlah insidensi limfadenitis cervical pada anak tidak dapat dipastikan karena banyaknya anak yang mengalami limfadenitis transient akibat infeksi saluran pernapasan atas tanpa ditangani medis secara langsung. Laporan kasus seorang anak perempuan usia 4 tahun datang bersama ibunya dengan keluhan nyeri pada leher kanan. Berdasarkan alloanamnesis dengan ibu pasien, didapatkan nyeri terasa terus menerus sejak 6 hari yang lalu dan disertai demam selama 2 hari. Pada pemeriksaan fisik leher teraba pembesaran kelenjar getah bening cervicalis superficialis dextra, ukuran 1,5x1 cm, konsistensi padat, tidak terfiksasi, dan terdapat nyeri tekan. Diagnosis awal medis yaitu Limfadenitis Cervicalis Dextra. Limfadenitis bakterial akibat infeksi Streptococcus grup A dan Staphylococcus aureus adalah penyebab yang paling sering ditemukan secara global, dengan karakteristik terletak unilateral, nyeri, tidak terfiksasi, dan kulit eritematosa.
Seorang Anak Perempuan Usia 11 Tahun dengan Dengue Shock Syndrome Melita Febry Vianti; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengue Shock Syndrome (DSS) merupakan keadaan darurat medik dengan angka kematian cukup tinggi, DSS berawal dari Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kemudian mengalami syok. DBD adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengue, yaitu DENV-1, DENV-2, DENV-3, dan DENV-4 dan disebarkan melalui nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Pada suhu yang panas dengan kelembaban yang tinggi, nyamuk tersebut akan tetap bertahan hidup untuk jangka waktu lama. Dilaporkan salah satu kasus DSS pada seorang anak Perempuan berusia sebelas tahun di RSUD DR. Harjono. Diagnosis dari DSS ditegakkan dengan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan suhu 37,1°C, denyut nadi 135 kali/menit, frekuensi napas 24 kali/menit, tekanan darah 80/50 mmHg, serta SpO2 99% dengan NC 3 lpm. Dilakukan pemeriksaan darah rutin pada pasien setiap hari. Pasien dirawat di ruangan Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Pasien diberikan terapi cairan berupa infus Ringer Laktat dan dilakukan monitoring cairan serta pemberian obat-obatan simptomatik.
Seorang Bayi Perempuan Ny. F dengan Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) Tri Winarti Suhardi; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah kematian bayi dalam usia 28 hari pertama kehidupan per 1000 kelahiran hidup. Berat lahir adalah berat bayi yang ditimbang dalam waktu 1 (satu) jam pertama setelah lahir. Pengukuran dilakukan di tempat fasilitas (Rumah sakit, Puskesmas, dan Polindes), sedang bayi yang lahir di rumah waktu pengukuran berat badan dapat dilakukan dalam waktu 24 jam. BBLR dapat terjadi pada bayi kurang bulan/prematur atau disebut BBLR Sesuai Masa Kehamilan (SMK)/Appropriate for Gestational Age (AGA), bayi cukup bulan yang mengalami hambatan pertumbuhan selama kehamilan/Intrauterine Growth Restriction (IUGR) disebut BBLR Kecil Masa Kehamilan (KMK)/Small for Gestational Age (SGA) dan besar masa kehamilan/Large for Gestational Age (LGA). Faktor risiko yang dapat mempengaruhi kejadian BBLR dibagi menjadi faktor ibu, janin, dan lingkungan. Masalah pada BBLR yaitu masalah yang berhubungan dengan sulitnya adaptasi ekstra uterin akibat gangguan fungsi organ dan kematangan fungsi organ. Seorang bayi laki-laki baru lahir dari Ny.F 21 tahun G1P0A0 dengan usia kehamilan 32 minggu lahir dengan proses spontan. Saat lahir, skor apgar 6-8. Berat bayi lahir adalah 1800 gram dengan panjang 45 cm. Bayi didiagnosis dengan neonatus preterm, neonatus berat badan lahir rendah, neonatus sesuai masa kehamilan, dan neonatus spontan.
Laporan Kasus: Seorang Anak Umur 4 Tahun dengan Asma Bronkial Ravi Assaro Al Adib Putra; S Sudarmanto
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asma merupakan penyakit respiratorik kronis yang paling sering dijumpai pada anak. Asma menunjukkan gejala batuk dan/atau mengi yang timbul secara episodik, cenderung pada malam hari / dini hari (nokturnal), musiman, setelah aktivitas fisik, serta adanya riwayat asma dan atopi pada pasien atau keluarganya. Pasien seorang anak laki-laki berumur 4 tahun datang diantar oleh orang tuanya ke IGD RSUD DR. Harjono S Ponorogo dengan keluhan sesak. sesak sejak 1 hari SMRS. Sesak disertai suara "ngik-ngik", sesak terus-menerus, didahului batuk. Pada pemeriksaan fisik, tanda-tanda vital didapatkan keadaan umum tampak sesak nafas, compos mentis, nadi 140 x/menit, RR 24 x/menit, suhu 37,5 oC, SpO2 96%. Pada pemeriksaan thoraks tampak retraksi intercostal minimal, pergerakan dinding dada cepat, auskultasi terdengar suara dasar vesikuler, didapatkan suara tambahan wheezing meningkat pada akhir ekspirasi pada kedua lapang paru. Pasien didiagnosis asma bronkial. Penatalaksanaan pada pasien secara medikamentosa dan non-medikamentosa.