Iin Novita Nurhidayati Mahmuda
RS PKU Muhammadiyah Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Malaria Knowlesi pada Manusia Dahlia Winda Nurarifah; Iin Novita Nurhidayati Mahmuda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria adalah masalah kesehatan masyarakat yang serius yang terus menyebabkan penyakit dan kematian. Plasmodium knowlesi merupakan parasit malaria yang ditemukan di alam pada kera ekor panjang dan ekor babi. Plasmodium knowlesi, yang awalnya diketahui menyebabkan malaria simian, kini diakui sebagai parasit malaria kelima pada manusia.Infeksi pengetahuan pada manusia telah dilaporkan di hampir semua negara di Asia Tenggara dan pada wisatawan yang kembali dari negara-negara tersebut.Kasus kumulatif malaria pengetahuan di wilayah Asia Tenggara pada tahun 2004 hingga 2015 adalah 3413 kasus dengan 91,47% diantaranya terdapat di Kalimantan Malaysia. Spektrum penyakit klinis akibat infeksi Plasmodium knowlesi berkisar dari infeksi tanpa gejala, hingga malaria berat dan kematian.Kematian akibat malaria Knowlesi telah terdokumentasi dengan baik, dan P. Knowlesi kini menjadi penyebab kematian terbanyak akibat malaria di Malaysia. Tujuan penulisan agar semua orang mengetahui bahwa terdapat jenis malaria lain yang tersebar di wilayah tertentu yang sama membahayakan dengan jenis lain dan segera mendapat terapi.
Tetanus pada Pasien Usia Lanjut di RS PKU Muhammadiyah Surakarta: Sebuah Laporan Kasus Desty Triza Pratiwi; Iin Novita Nurhidayati Mahmuda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tetanus merupakan suatu keadaan toksemia akut yang disebabkan oleh neurotoksin yang dihasilkan Clostridium tetani. Neurotoksin ini akan menghambat pelepasan neurotransmiter di sistem saraf pusat, menyebabkan spasme otot. Sehingga gejala tetanus ditandai dengan adanya spasme otot yang periodik dan progresif. Tetanus diklasifikasikan berdasarkan lokasi menjadi empat jenis meliputi tetanus lokal, sefalik, generalisata (umum) dan neonatorum. Tetanus generalisata merupakan jenis yang paling sering ditemui di lapangan. Prevalensi tetanus tinggi di negara dengan sumber daya rendah, dengan mortalitas mencapai 20-45%. Diagnosis tetanus dapat ditegakkan berdasarkan temuan klinis, riwayat luka terbuka dan riwayat imunisasi. Staging dan prognosis tetanus dilihat berdasarkan kriteria Pattel Joag atau Klasifikasi Albleets. Laporan kasus ini menyampaikan seorang pria berusia 60 tahun dan 78 tahun yang dirawat di RS PKU Solo Provinsi Jawa Tengah dengan keluhan kaku pada seluruh tubuh. Perbedaan antara kedua kasus di mana pada kasus 1 terdapat fokus infeksi tetanus, grade 2 tetanus generalisata. Kasus 2 tidak terdapat focus infeksi, Riwayat imunisasi tidak diketahui, kejang general, suara tambahan paru, dan grade 3 tetanus.
Tetanus Generalisata pada Pria Usia 57 Tahun: Sebuah Laporan Kasus Anis Nuristiqomah; Iin Novita Nurhidayati Mahmuda
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Gastro
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tetanus adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh Clostridium tetani, bakteri anaerob yang menghasilkan toksin tetanospasmin, yang menyerang sistem saraf pusat dan menyebabkan spasme otot yang menyakitkan serta gangguan fungsi otonom. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan di negara berkembang, terutama pada individu yang tidak memiliki riwayat vaksinasi lengkap.Metode: Laporan kasus ini membahas seorang pria berusia 57 tahun yang datang ke IGD dengan keluhan perut kaku dan nyeri sejak empat hari sebelumnya.Hasil: Pasien disertai kesulitan membuka mulut (trismus), risus sardonikus, dan spasme otot generalisata. Pemeriksaan fisik menunjukkan hipertonus otot, opistotonus, dan tanda-tanda disfungsi otonom. Pasien didiagnosis dengan tetanus generalisata dan mendapat terapi suportif berupa pemberian imunoglobulin tetanus (TIG), antibiotik metronidazol, serta benzodiazepin untuk mengontrol spasme otot.Kesimpulan: Penatalaksanaan tetanus memerlukan pendekatan multidisiplin yang mencakup netralisasi toksin, pemberantasan sumber infeksi, serta dukungan pernapasan dan kardiovaskular. Studi kasus ini menyoroti pentingnya deteksi dini, vaksinasi lengkap, serta penanganan segera untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas akibat tetanus.