Meiningsih Kusumawati
RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Seorang Wanita 34 Tahun dengan Skizofrenia Paranoid Febri Rizki Diantari; Meiningsih Kusumawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan psikotik yang bersifat kronis ditandai dengan penurunan dan kerusakan kognitif sehingga pasien mengalami gangguan memori, perhatian dan kepribadian. Berdasarkan data WHO prevalensi rata-rata skizofrenia di Indonesia mencapai 2 per mil dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan menjadi 2,6 per mil. Seorang wanita berusia 34 tahun dibawa ke IGD RSJD dr. Arif Zainudin dengan keluhan menceburkan diri ke dalam sumur, pasien mengatakan terdapat bisikan yang memberikan perintah dan mengatakan keburukan pasien serta pasien mengatakan sering melihat orang yang sudah meninggal. Keluhan tersebut dialami pasien sejak enam tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan dalam batas normal dan tidak terdapat tanda-tanda defisit neurologis. Status psikiatri didapatkan mood disforik, afek sempit, keserasian tidak serasi, terdapat halusinasi auditori dan visual, isi pikir berupa waham kejar, bentuk pikiran non realistik dan didapatkan tilikan derajat tiga. Pasien didiagnosis skizofrenia sejak tahun 2017 dan pernah dirawat inap sebanyak tiga kali. Selama ini pasien rutin kontrol dan mengkonsumsi obat berupa olanzapine, haloperidol dan trihexyphenidyl.
Seorang Wanita 33 Tahun dengan Gangguan Skizoafektif Tipe Manik Isnaeni Nur Fauziah; Meiningsih Kusumawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan skizoafektif adalah gangguan mental kronis yang ditandai dengan gejala psikotik dan mood. Gangguan ini ditandai dengan adanya gejala episode gangguan mood mayor yang terjadi bersamaan dengan gejala skizofrenia seperti halusinasi, waham, dan kekacauan bicara. Prevalensi skizoafektif diseluruh dunia sekitar 0,3% dengan usia awitan pada laki-laki lebih dulu dibandingkan pada perempuan. Seorang wanita berusia 33 tahun dibawa ke IGD RSJD dr. Arif Zainudin dengan keluhan gelisah dan selalu curiga pada tetangganya, pasien mengatakan selalu mendengar tetangganya sedang membicarakan dirinya dan selalu mengintai aktivitasnya dari balik tembok rumahnya. Keluhan tersebut di alami pasien sejak bulan desember. Pada bulan desember pasien sudah sempat diperiksakan ke psikiater oleh suaminya, namun obat tersebut tidak diminum oleh pasien. Hasil pemeriksaan status mental didapatkan perilaku dan aktivitas psikomotor hiperaktif, pembicaraan intonasi tinggi, volume cukup, artikulasi jelas. Sikap terhadap pemeriksa kurang kooperatif. Mood irritable, afek elasi, keserasian tidak serasi, empati tidak dapat dirabarasakan. Didapatkan juga halusinasi auditorik, bentuk pikir non realistik, isi pikirnya waham persekutorik, dan waham kebesaran, arus pikir loghorea, kemampuan visuospatial baik, konsentrasi mudah teralihkan, penilaian realita terganggu, tilikan derajat 1. Terapi yang didapatkan oleh pasien adalah risperidone 2x2mg dan lithium carbonate 2x200mg.
Gangguan Skizoafektif Tipe Mania: Sebuah Laporan Kasus Vitania Marsya; Meiningsih Kusumawati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan skizoafektif merupakan bagian dari sekelompok diagnosis penyakit mental dalam spektrum skizofrenia dan gangguan psikotik lainnya. Gangguan ini menunjukkan gejala skizofrenia serta gejala gangguan afektif. Banyak orang dengan gangguan skizoafektif sering kali salah didiagnosis dengan gangguan bipolar atau skizofrenia pada awalnya karena gejalanya yang mirip dengan beberapa kondisi kesehatan mental tersebut. Kami menyajikan sebuah kasus seorang wanita berusia 54 tahun dengan beberapa riwayat pengobatan dan rawat inap psikiatri, pasien datang ke ruang gawat darurat dengan keluahan utama agitasi. Kami menganalisis catatan klinis dan anamnesis pasien dengan pasien sendiri dan keluarganya, setelah menyingkirkan penyebab organik, kami menilai pasien dengan Gangguan Skizoafektif Tipe Manik. Gangguan ini menimbulkan risiko tinggi rawat inap berulang dan biaya tinggi yang terkait dengan terapi dan tindak lanjut. Penelitian lebih lanjut untuk masalah ini diperlukan untuk menggali strategi manajemen yang efektif, mengurangi kemungkinan rawat inap di rumah sakit, meningkatkan prognosis dan kualitas hidup pasien, serta mengurangi biaya perawatan terkait.