Arif Budi Satria
RS Umum Pusat Surakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Laki-Laki 44 Tahun dengan Vulnus Perforatum Regio Antebrakial Dekstra et Causa Korpal Kayu Maharotullaili Nur Azizah; Arif Budi Satria
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2024: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Apgar)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vulnus atau luka merupakan cedera yang merusak kulit atau jaringan tubuh berupa goresan, gesekan, dan tusukan. Penyebab kejadian vulnus antara lain trauma tumpul, trauma tajam, paparan suhu, paparan listrik, sambaran petir, paparan zat asam atau basa, elektromagnetik, dan invasi binatang seperti ular, anjing, kalajengking, tawon, dan lebah. Luka yang tergolong ringan seperti sayatan dan goresan biasanya tidak memerlukan penanganan medis. Sedangkan luka yang memungkinkan terjadinya infeksi perlu untuk ditangani segera agar tidak terjadi komplikasi. Pada kasus ini dilaporkan adanya pasien Tn. A dengan keluhan nyeri pada lengan tangan kanan karena adanya luka tembus oleh kayu yang tertancap. Pasien kemudian diprogramkan untuk operasi eksplorasi, repair musculus, dan repair vulnus.
Seorang Laki-Laki Usia 38 Tahun dengan Squamous Cell Carcinoma (SCC): Laporan Kasus Faridita Khoirun Nisa; Arif Budi Satria
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karsinoma sel skuamosa adalah neoplasma maligna yang berasal dari keratinizing cell/keratinocytes dari epidermis dengan karakteristik terjadinya anaplasia, tumbuh cepat, menginfiltrasi jaringan sekitar dan mempunyai potensi untuk metastasis. Manifestasi klinis KSS lebih sering dijumpai pada area leher dan kepala pada kulit putih dan pada daerah yang tidak terekspos matahari pada kulit hitam, dan orang asia. Karsinoma sel skuamosa merupakan salah satu dari 10 jenis kanker yang paling sering terjadi diseluruh dunia, insidensi pada pria 5% dan wanita 2%. Penyebab yang pasti tidak diketahui. Dapat timbul dari kulit yang normal (denovo), tetapi biasan yang timbul dari suatu kelainan yang sudah ada sebelumnya. Kebanyakan karsinoma sel skuamosa dapat dihilangkan seutuhnya dengan bedah minor atau kadang-kadang pengobatan terapi. Prognosis kelangsungan hidup jangka panjang (5 tahun) dianggap jelek kalau tebal lesi melebihi 4 mm. Metastasis pada melanoma cenderung terjadi pada tulang, hepar, paru-paru, lien, sistem saraf pusat dan kelenjar limfe.
Seorang Laki-Laki Usia 31 Tahun dengan Kista Duktus Tiroglosus: Sebuah Kasus Marchall Sheva Winarno; Arif Budi Satria
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kista duktus tiroglosus merupakan kista yang terbentuk dari duktus tiroglosus yang menetap sepanjang alur penurunan kelenjar tiroid. Umumnya ditemukan yaitu sekitar 70% dari seluruh kelainan kongenital di leher dan penyebab massa leher pediatrik kedua paling umum setelah adenopati. Artikel ini menyajikan kasus kista duktus tiroglosus yang bertujuan untuk menegakkan diagnosis dan memberikan penatalaksanaan yang sesuai. Artikel ini merupakan laporan kasus tentang seorang laki-laki usia 31 tahun datang ke poliklinik bedah RSUP Surakarta dengan keluhan benjolan pada garis tengah leher atau jakun. Ditemukan adanya benjolan yang berada pada garis tengah leher atau jakun dan benjolan bergerak ketika menjulurkan lidah, benjolan tidak terasa nyeri. Dari anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang maka diagnosis kerja dari pada kasus ini yaitu kista duktus tiroglosus dan pasien diprogramkan untuk prosedur sistrunk serta pemeriksaan PA yang tidak didapatkan tanda keganasan.