Nurmala Shofiyati
RSUD Ir. Soekarno Sukoharjo

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tonsilitis Akut pada Anak: Laporan Kasus Rafiudin Hidayat; Nurmala Shofiyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tonsilitis atau umum dikenal sebagai radang amandel adalah peradangan pada tonsil tepatnya di bagian cincin waldayer. Etiologi dari tonsilitis dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Tonsilitis sering terjadi pada anak-anak dan dapat bersifat akut ataupun kronis. Pada kasus ini akan membahas seorang anak usia 10 tahun dengan diagnosis tonsilitis akut. Penegakan diagnosis pada tonsilitis dapat dilakukan dengan anamnesis dan juga pemeriksaan fisik. Dari pemeriksaan tersebut daoat menentuan tonsilitis bersifat akut atau kronis dan juga apakah disebabkan oleh virus atau bakteri. Tonsilitis pada beberapa pasien juga dapat sembuh sendiri atau bisa dilakukan pembedahan jika sudah terdapat indikasi untuk dilakukan pembedahan.
Seorang Anak Laki- Laki 14 Tahun dengan Abses Peritonsil Bilateral Putri Wahyu Wijayanti; Nurmala Shofiyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abses peritonsil merupakan kumpulan nanah antara kapsul fibrosa tonsil dan otot konstriktor faring. Abses peritonsil unilateral merupakan komplikasi umum dari tonsilitis akut, sedangkan abses peritonsil bilateral jarang terjadi. Insiden abses peritonsil bilateral masih belum diketahui namun diperkirakan mencapai 4,9% dari seluruh kasus abses peritonsillar. Laporan kasus: Seorang laki-laki berusia 14 tahun datang ke IGD dengan keluhan abses peritonsil bilateral dan mengeluh nyeri telan selama dua minggu. Pemeriksaan fisik ditemukan adanya tonsil membengkak T2-T4, hiperemis, uvula membengkak mengarah ke kiri, nyeri tenggorok, dan sulit menelan. Perawatan untuk pasien ini termasuk sayatan dan drainase peritonsil bilateral dan antibiotik intravena ampicilin. Kesimpulan: Kami telah melaporkan abses peritonsil bilateral dimana kami melakukan insisi dan drainase. Penatalaksanaan yang cepat dan tepat diperlukan untuk menghindari kesakitan dan kematian yang tidak diinginkan.
Anak Perempuan Berusia 15 Tahun dengan Otitis Media Akut Stadium Perforasi Auricula Dextra Fathin Mufidah; Nurmala Shofiyati
Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta 2025: Proceeding Book Call for Papers Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Trabec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Otitis media akut adalah infeksi telinga tengah yang merupakan penyakit multifaktorial seperti infeksi, alergi, dan lingkungan, yang sering diawali dengan infeksi saluran nafas atas sehingga menyebabkan gangguan fungsi tuba Eustacius. Otitis media akut sering disebebkan oleh infeksi bakteri. Otitis media dapat mengenai pada semua usia, paling sering pada usia antara 6 bulan hingga 24 bulan. Dengan demikian anak yang menderita infeksi saluran pernafasan atas perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui adakah keterlibatan otitis media. Laporan kasus ini melaporkan seorang anak perempuan berusia 15 tahun yang dibawa ke poli THT-KL RSUD Ir Soekarno Sukoharjo dengan keluhan telinga berdenging sebelah kanan, sejak 5 hari yang lalu disertai penurunan pendengaran. Pasien mengatakan juga anaknya telinga terkandang terasa gatal dan nyeri pada sebelah telinga kanannya. Keluar cairan warna kuning dan berbau tidak sedap di telinga kanannya. Pasien memiliki kebiasaan sering mengorek telinga dengan cotton bud dan jari tangannya. Pada pemerikaan telinga sebelah kanan terdapat membran timpani tampak adanya perforasi , cone of light menghilang, dan hiperemis. Telinga sebelah kiri terdapat membran intak dan cone of light, tidak tampak perforasi dan hiperemis. Tatalaksana pada pasien diberikan antibiotik dan analgetik yang di berikan selama 3 hari, dan di observasi kembali untuk melihat perkembangannya.